Dengan Aset Rp 15.000 Triliun, Danantara Bidik Return 10% Lebih
JAKARTA, investortrust.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, saat ini super holding tersebut telah mengelola sebanyak 889 entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total aset mencapai Rp 15.000 triliun. Danantara membidik investasi yang dapat memberikan return setidaknya 10% per tahun.
Menurut Rosan, Danantara memiliki mandat menyuntikkan modal untuk berinvestasi. Ia memastikan modal Danantara bakal berasal dari dividen BUMN, bukan dari penyertaan modal negara (PMN).
"Orang nanya, duitnya dari mana sih investasinya? Dana yang kita dapat adalah dari dividen, jadi bukan dari PNM lagi atau dari penyertaan pemerintah," katanya saat menjadi pembicara tunggal pada Meet The Leaders bersama Universitas Paramadina di Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Pria yang juga menjabat sebagai kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menuturkan, investasi yang disuntikkan oleh Danantara nantinya diharuskan untuk memberikan return. Ia menyebut pemerintah menargetkan return di atas biaya modal dari Danantara itu sendiri.
"Return-nya berapa? Ya, returnnya di atas cost of our capital lah, kalau Indonesia ini kurang lebih 10%," ungkapnya.
Baca Juga
Ditanya Soal Danantara Masuk GOTO, Rosan Roeslani Berikan Jawaban Ini
Dia menambahkan, Danantara akan mengantongi dividen dari BUMN sebesar US$ 7 miliar atau setara Rp 120 triliun sampai dengan Rp 150 triliun. Lebih jauh, ia menyebut Danantara akan memprioritaskan investasi kepada sektor maupun industri yang dapat menyerap tenaga kerja.
Menurutnya, penciptaan lapangan kerja merupakan satu dari sekian kriteria yang Danantara harus penuhi ketika akan melakukan investasi selain return yang baik.
"Danantara adalah salah satu instrumen bukan hanya meningkatkan peran dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan pekerjaan yang berkualitas," tuturnya.
Rosan sebelumnya menyatakan, Danantara membidik 80% dari total dana investasi untuk proyek-proyek di dalam negeri dan sisanya 20% investasi luar negeri.
"Danaantara ini difokuskan investasi awal di Indonesia. Tapi kita lihat, kemuengkinan berskisar 80% investasi di dalam negeri dan sisanya 20% diinvestasikan di luar negeri," katanya
Baca Juga
Rosan Pastikan Ray Dalio Tetap Jadi Penasihat Danantara, tetapi...

