Ditargetkan Rp 60 Triliun, Holiday Sale 2025 Resmi Dibuka untuk Dongkrak Daya Beli
TANGERANG, Investortrust.id – Pemerintah berupaya menjaga daya beli domestik dengan beragam program. Salah satunya Holiday Sale 202, gerakan belanja nasional yang berlaku selama 1 bulan pada liburan anak sekolah.
"Tadinya target transaksi (Holiday Sale 2025) Rp 40 triliun, saya minta tambah jadi Rp 60 triliun," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan Holiday Sale 2025 di Indomaret Fresh Drive Thru Pahlawan Seribu, BSD City, Tangerang, Jumat (13/6/2025).
Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo, hingga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin.
Program Holiday Sale 2025 merupakan gerakan belanja nasional yang digelar selama 1 bulan mulai 13 Juni hingga Juli 2025. "Kita ingin mendorong konsumsi dalam negeri selama liburan ini," kata dia.
Baca Juga
Apindo Apresiasi Stimulus Ekonomi, Harapkan Belanja Pemerintah Jadi Penopang
Dia mengatakan, antara sumber daya (resources) dan daya beli harus diseimbangkan dan ada keterkaitan. "Jangan sampai resources-nya keluar, daya belinya masih turun, ini yang harus kita dongkrak," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan, program Holiday Sale 2025 menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Ritel Nasional 2025 yang ditargetkan Rp 60 triliun. "Holiday Sale 2025 melibatkan jaringan ritel modern, pusat perbelanjaan, serta pelaku usaha kecil dan menengah dari seluruh Indonesia," kata dia.
Mengangkat tema nasional "Retail Revival: Local Roots, Global Moves", Solihin menjelaskan, program ini menitikberatkan pada kebangkitan sektor ritel Indonesia melalui kekuatan lokal dan koneksi global.
Holiday Sale 2025 difokuskan untuk membangkitkan semangat berbagi dan solidaritas pasca-Ramadan serta liburan panjang, dengan mendorong pembelian kebutuhan pokok dan produk-produk unggulan dari pelaku UMKM lokal. “Melalui keterlibatan aktif ritel nasional dan daerah, kegiatan ini menawarkan diskon menarik dan berbagai promosi untuk menarik minat belanja masyarakat,” katanya.
Baca Juga
Tak Cukup Stimulus, Butuh Peningkatan Belanja Pemerintah untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Aprindo juga menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan BPS untuk memantau transaksi serta antusiasme masyarakat secara real-time melalui dashboard pemantauan nasional.
Sementara Marcomm Executive Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Bastari Akmal mengatakan, program Holiday Sale 2025 akan mendongkrak penjualam Indomaret sekitar 10%-15% dari hari biasanya. "Setiap aktivitas promosi tentunya ada kenaikan sekitar 10%-15%," kata dia.
Bastari mengatakan, Holiday Sale 2025 merupakan kegiatan positif melalui Aprindo untuk mendukung pemerintah dengan memberi kemudahan bahan kebutuhan, utamanya sembako dengan harga terjangkau. "Jadi ini berlaku nasional, bagi Indomaret yang memang fokus di sembako, seperti minyak goreng, beras, produk rumah tangga hingga produk UMKM, kami berikan diskon sampai 50%," kata dia.

