Pembangunan Giant Sea Wall Butuh US$ 80 Miliar, Ini Catatan Kadin
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya N Bakrie, menyatakan ketertarikan dunia usaha untuk turut serta dalam proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) yang membutuhkan anggaran hingga US$ 80 miliar atau sekitar Rp 1.300 triliun (asumsi kurs Rp 16.250/USD).
Hal ini disampaikannya usai ajang International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025).
Menurut Anindya, proyek GSW yang berada di pesisir utara Pulau Jawa, dimulai dari Jakarta, telah direncanakan sejak tiga dekade lalu dan merupakan proyek yang wajib dilaksanakan karena menyangkut kelangsungan hidup masyarakat. Ia menambahkan, pembiayaan proyek ini akan dilakukan secara bertahap dan dapat berlangsung hingga delapan tahun atau lebih.
“Dengan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, kami akan melihat lebih lanjut imbal hasilnya apabila dikerjasamakan dengan pihak swasta,” ujar Anindya kepada wartawan.
Ia juga mengungkapkan bahwa ketertarikan investor internasional terhadap proyek ini cukup tinggi, terutama karena adanya dukungan politik dari pemerintah pusat dan daerah. “Terutama tadi beliau (Presiden Prabowo Subianto) menyampaikan bahwa membuka peluang seluas-seluasnya kepada swasta-swasta domestik maupun internasional,” tambah Anindya.
Baca Juga
Prabowo Komitmen Bangun Giant Sea Wall Pantura Jawa Senilai Rp 1,29 Kuadriliun
Terkait konsep Land Capture Value yang akan diterapkan dalam proyek ini, Anindya menyebut bahwa kejelasan konsep kerja sama dan konsistensi kebijakan menjadi hal krusial.
Ia menekankan bahwa dunia usaha memerlukan kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif mengingat proyek infrastruktur bersifat jangka panjang. “Jadi tinggal kita lihat saja konsepnya seperti apa,” ucap Anindya.
Dia juga menyoroti pentingnya deregulasi dan penyederhanaan aturan untuk mendukung iklim investasi.
Selain partisipasi sektor swasta dalam dukungan pembiayaan, lanjut Anindya, aset triliunan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga dapat mempercepat realisasi berbagai proyek pemerintah, termasuk GSW.
Dikatakan Anindya, Kadin juga menyambut baik ajakan kolaborasi pemerintah dan akan mendiskusikan lebih lanjut keterlibatan dunia usaha dalam proyek-proyek strategis, termasuk di sektor ketahanan pangan, energi, dan air.
Baca Juga
Prabowo Minta Menkeu Tak Khawatirkan Pembangunan Giant Sea Wall Jakarta
Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun tanggul laut raksasa mencapai US$ 80 miliar dengan panjang hingga 500 kilometer (km) di pesisir utara Pulau Jawa, mulai dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur.
“Proyek ini menyangkut jarak yang tidak pendek. Kalau tidak salah sekitar 500 km dari Banten sampai ke Jawa Timur, ke Gresik. Panjang 500 km dan perkiraan biaya yang dibutuhkan US$ 80 miliar,” kata Prabowo dalam sambutannya pada acara puncak ICI 2025 di JICC, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025).
Dikatakan Kepala Negara, proyek ini diperkirakan memakan waktu pembangunan sekitar 15-20 tahun, sedangkan untuk menyelesaikan konstruksi di Teluk Jakarta saja membutuhkan waktu 8-10 tahun.
“Kalau sampai Jawa Timur mungkin butuh waktu 15 sampai 20 tahun. Tidak ada masalah, ada pepatah kuno ‘Perjalanan 1.000 kilometer dimulai oleh satu langkah’. Kita akan segera memulai itu (pembangunan tanggul laut raksasa, red),” pungkas Prabowo.

