Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Instruksikan Cari Alternatif Suplai Energi Tambahan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai Indonesia harus mencari alternatif suplai energi tambahan untuk mengantisipasi konflik berkepanjangan yang terjadi di Timur Tengah antara Iran dengan Israel.
Sebagaimana diketahui, Iran merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Dikhawatirkan, konflik berkepanjangan dengan Israel bisa berpengaruh terhadap suplai dan stok minyak Indonesia.
Meski begitu, Arifin menyebutkan bahwa untuk saat ini stok minyak dan BBM dalam negeri cukup aman sampai Juni 2024 mendatang. Meski begitu, ia menginginkan agar Indonesia punya jaminan suplai jika konflik Iran-Israel berlanjut.
Baca Juga
Israel Serang Balik Iran, Menteri ESDM: Pertamina Sudah Ambil Langkah Pengamanan
“Kemarin sudah kita bahas, jadi kita masih tahan sampai Juni. Jadi kita upayakan dengan stok yang ada. Nah sesudah Juni, kalau ini tidak berkesudahan konfliknya kan harus ada langkah yang pas,” kata Arifin Tasrif saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Migas, Jumat (19/4/2024).
Arifin Tasrif memaparkan, saat ini Indonesia mengimpor crude kurang lebih 240.000 barel per hari (BOPD) dari sejumlah negara, seperti Arab Saudi dan Nigeria. Selain itu Indonesia juga mengimpor BBM ekuivalen kurang lebih 600.000 BOPD dari Singapura, Malaysia, dan India.
“Karena mungkin ini paling kompetitif ya dalam menawarkan harga BBM-nya. Tapi, kita juga harus mengantisipasi sumber-sumber suplai untuk kilang-kilangnya. Kilang-kilang Singapura, kilang Malaysia, sama kilang India. Dari mana nih sumbernya?” ujar Arifin.
Baca Juga
Konflik Iran-Israel Makin Tegang, Pengamat Sekuritas: Pelaku Pasar Wait and See
Selain minyak, Arifin juga menginginkan mencari alternatif suplai energi tambahan untuk gas. Hal ini untuk menjamin ketersediaan pasokan energi di dalam negeri.
“Misalnya LPG terganggu dari Timur Tengah, bisa melihat yang ada di Australia, atau di belahan benua Amerika yang gak di luar lintasan, karena di luar lintasan bisa ongkosnya mahal,” jelas dia.
Arifin Tasrif sendiri berharap agar konflik Iran-Israel ini bisa segera selesai dan tidak berkepanjangan. “Ini semuanya akan terdampak, minyaknya naik, biaya logistik naik, barang susah, duit susah, kita harus siap-siap. Gak enak perang,” kata dia.

