PGN Perluas Jargas di Tangerang Selatan
TANGERANG, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN memperluas akses energi bersih melalui jaringan gas bumi (jargas) ke tiga klaster perumahan di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, setelah sebelumnya menyalurkan gas ke klaster lainnya di kawasan tersebut. Dengan bertambahnya perumahan yang mendapatkan gas PGN, semakin banyak keluarga memasak tanpa khawatir kehabisan gas.
PGN mencatatkan lebih 10.000 pendaftar jargas di Tangerang Selatan, meliputi Bintaro Jaya, Graha Raya, dan Villa Melati Mas. Sekitar 6.000 keluarga di wilayah tersebut telah merasakan manfaat gas bumi yang lebih hemat, praktis, dan aman. Secara nasional, PGN mengelola 815.000 sambungan rumah (SR) dengan jaringan pipa sepanjang 20.000 km.
Baca Juga
PGN Ungkap Rencana Strategis 2025, Ada Jargas hingga Beyond Pipeline
Pj Project Manager City Gas 2 PGN Rudi Permadi mengatakan bahwa PGN akan terus mengupayakan percepatan pembangunan jargas. Ia mengapresiasi dukungan pengelola kawasan, pengurus klaster, dan warga di Bintaro Jaya, Graha Raya, serta Villa Melati Mas yang turut mendorong keberhasilan jargas sebagai proyek strategis nasional (PSN). “Jargas tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi mampu meringankan beban subsidi dan impor energi,” katanya dalam keterangannya, Senin (14/4/2025).
Area Head PGN Tangerang Heny Purwati menegaskan komitmen PGN dalam memberikan manfaat gas bumi bagi masyarakat. "Kami memperluas jangkauan layanan agar semakin banyak masyarakat mendapatkan energi gas bumi. Melalui jargas, kami percaya setiap keluarga dapat menjalani kehidupan lebih praktis dan nyaman,” ujarnya.
Baca Juga
Sebagai bentuk dukungan bagi pelanggan baru, PGN memberikan pemasangan pipa gas gratis hingga 15 meter dari meteran ke kompor. Tidak hanya itu, PGN juga menyediakan konversi kompor gratis untuk dua tungku agar pelanggan bisa langsung beralih ke gas bumi tanpa kendala.
Tini, salah satu pelanggan, telah merasakan manfaat besar penggunaan jargas, seperti penghematan biaya, keamanan, dan ketersediaan gas yang selalu terjamin. “Ibu-ibu takut kalau gas habis. Untuk masang lagi, paling minta tolongnya ke bapak-bapak atau anak laki-laki,” ucap Tini terkait kekhawatirannya sebelum beralih ke jargas.

