Inpex Mulai Inisiasi OLNG FEED Proyek LNG Abadi
JAKARTA, investortrust.id - Inpex Masela ltd, anak usaha perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Jepang Inpex Corporation, mengumumkan dimulainya fase inisiasi OLNG FEED (onshore LNG front-end engineering design) untuk pengembangan proyek LNG Abadi di Maluku.
“Tahap ini penting untuk memastikan kesesuaian desain teknis terhadap kebutuhan komersial dan lingkungan, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengakselerasi keseluruhan jadwal FEED,” kata Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangannya, dikutip Kamis (10/4/2025).
Sebagaimana diketahui, Inpex Masela adalah operator Lapangan Gas Abadi yang bekerja sama dengan Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) serta Petronas Masela Sdn. Bhd. (Petronas Masela).
Baca Juga
Pemerintah Targetkan Ladang Gas Raksasa Blok Masela Beroperasi Mulai 2030
Fase inisiasi OLNG FEED difokuskan pada pemilihan teknologi lisensor likuefaksi dan teknologi penggerak turbin gas. Keduanya merupakan elemen penting untuk mempercepat keseluruhan tahapan desain rekayasa awal.
Lebih lanjut, Djoko berharap, inisiasi tahap FEED OLNG ini dapat menjadi milestone, yaitu membawa proyek gas Abadi semakin dekat ke tahap proyek berikutnya secara on time, on budget, on schedule, dan on safety.
“Inisiasi ini juga diharapkan menjadi fondasi kokoh dengan segera disepakatinya perjanjian jual beli gas (PPJG) menuju final investment decision (FID) di tahun depan,” ujar Djoko.
Menurutnya, momen ini menjadi sinyal positif akan keberlanjutan pengembangan Lapangan Abadi, mengingat proyek ini merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dinantikan karena peran vitalnya mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Sementara itu, Presiden dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda mengatakan, Inpex berencana memulai tahapan FEED pada pertengahan tahun ini dan menargetkan pengambilan keputusan investasi akhir (FID) sebelum masuk ke fase rekayasa, pengadaan, konstruksi, dan instalasi (EPCI).
“Kami berkomitmen melakukan segala upaya guna memulai produksi secara tepat waktu, sejalan kebijakan dan harapan Pemerintah Indonesia. Ini merupakan proyek kompleks dengan tantangan besar, tetapi Inpex yakin bahwa melalui pengalaman yang kami miliki, proyek Abadi akan dapat direalisasikan dengan sukses,” ucap Ueda.
Proyek LNG Abadi mencakup pembangunan dua train likuefaksi LNG di darat dengan total kapasitas produksi sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MTPA), penyaluran gas pipa sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari (BCPD).
Inpex mengelola Lapangan Gas Abadi dengan partisipasi 65%, bersama mitra Pertamina Hulu Energi Masela (20%) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (15%).

