4,52 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual, KAI Tambah Kapasitas pada Arus Balik Lebaran
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat, sebanyak 4,52 juta tiket kereta api (KA) telah ludes terjual pada 8 April 2025 atau H+8 Lebaran 1446 hijriah. Angka tersebut menunjukkan okupansi kereta jarak jauh (KA JJ) mencapai 3,78 juta orang dari total tiket yang tersedia 4.591.510.
“Tingginya minat pelanggan tercermin dari jumlah tiket yang telah terjual sebanyak 4.522.135 tiket, atau setara dengan 98% dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama masa angkutan Lebaran. Perinciannya, 3.786.534 tiket KA JJ terjual dengan tingkat okupansi 110%, dan 735.601 tiket KA lokal dengan okupansi 64%,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (9/4/2025).
Baca Juga
4,34 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual di H+7 Lebaran, Okupansi Capai 95%
Anne menambahkan, KAI tengah menambah kapasitas tiket kereta hingga 28.084 tempat duduk (seat) imbas tingginya minat pengguna pada masa arus balik Lebaran 2025.
“Sebagai respons atas lonjakan permintaan tersebut, KAI melakukan penambahan kapasitas di luar rencana operasi angkutan Lebaran. KAI menambahkan enam perjalanan KA yang menyediakan 28.084 tempat duduk, terdiri atas 20.664 seat kelas eksekutif dan 7.420 seat kelas ekonomi,” papar dia.
Tak hanya itu, lanjut Anne, perseroan juga melakukan penambahan stamformasi (gerbong) kereta penumpang, yakni memperpanjang rangkaian kereta untuk meningkatkan kapasitas. “Penambahan ini menghasilkan 14.876 tempat duduk tambahan, terdiri dari 9.274 seat dari KAI reguler dan 5.602 seat dari KAI wisata,” ujar dia.
Baca Juga
3,7 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual, Okupansi KA Jarak Jauh Capai 94,6%
Dia menyampaikan, puncak arus balik pengguna kereta api jatuh pada 2 April 2025 atau H+2 Lebaran sejumlah 274.313 orang.
“Volume pelanggan KA JJ dan lokal KAI mengalami peningkatan tajam setelah Hari H Lebaran yang jatuh pada 31 Maret 2025. Jika pada 31 Maret tercatat 186.390 penumpang, maka pada 1 April jumlahnya melonjak menjadi 252.898 penumpang, dan kembali meningkat pada 2 dan 3 April masing-masing dengan 274.313 dan 274.157 penumpang,” jelas Anne.

