Luhut: RI Masih Jadi Alternatif yang Bagus untuk Investasi Tiongkok
Reporter | Taufiq Al Hakim
Editor | Lona Olavia
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia masih menjadi alternatif yang bagus untuk Tiongkok melakukan investasi di Tanah Air.
Pernyataan ini disampaikan Luhut dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi di Tengah Gelombang Perang Tarif Perdagangan" di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
"Kemarin, kita dapat juga laporan dari Tiongkok bahwa banyak pemain-pemain di Tiongkok itu melihat Indonesia masih menjadi alternatif yang bagus buat mereka untuk melakukan investasi," ujar Luhut.
Sejalan dengan hal tersebut, Luhut membeberkan jika ini merupakan peluang besar yang bisa diambil oleh Indonesia.
"Dan kami kemarin dari anggota Dewan Ekonomi Nasional yang kebetulan disuruh kesana, diperintahkan kesana, juga memberikan laporan bahwa itu bisa segera kita eksekusi," ungkap Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menyebut, sejak keputusan Presiden Prabowo Subianto mengenai deregulasi, telah memberikan dampak yang sangat luas. Meskipun, secara agregat dampaknya terbatas.
"Tetapi terdapat sektor-sektor yang mengalami penurunan ekspor dan output cukup besar, seperti perikanan. Perikanan ini perlu kita perhatikan karena ini menyangkut banyak ratusan ribu buru pertanian, lainnya seperti tekstil produk makanan, elektronik, peralatan listrik, produk kayu furnitur, karet, dan juga produk plastik," jelas Luhut.
"Nah, kita tidak ingin melakukan retaliasi, karena saya lihat, kami lihat Bapak Presiden, gaya dari pada Presiden Trump, dia ingin bilateral tidak mau melakukan, agak kurang berkenan untuk melakukan multilateral," tambah Luhut.
Di sisi lain, Luhut membeberkan bahwa pembicaraan-pembicaraan resmi akan segera dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Dan presiden sudah memerintahkan, tapi secara bersamaan juga presiden sudah memberikan arahan, pendekatan-pendekatan non formal pun, non resmi pun sudah berjalan dan dengan Amerika, dengan Washington, dan saya kira ini akan punya dampak-dampak yang sangat baik kita lakukan secara bersamaan," pungkas Luhut.
