Nintendo Tunda Jadwal Pre-Order Switch 2 Imbas Tarif Trump
TOKYO, investortrust.id - Nintendo resmi menunda jadwal pre-order untuk konsol terbarunya, Switch 2, di Amerika Serikat (AS). Perusahaan asal Jepang itu menyatakan penundaan dilakukan untuk mengevaluasi dampak tarif impor yang baru diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
Dalam pernyataan resminya, Sabtu (5/4/2025), Nintendo menyebut pre-order yang semula dijadwalkan pada 9 April ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan ini disebut sebagai langkah antisipatif terhadap kondisi pasar yang berubah dan potensi dampak tarif Trump.
Baca Juga
Antisipasi Dampak Tarif Trump, KSPI Usul Pembentukan Satgas PHK
Meski demikian, peluncuran global Switch 2 tetap dijadwalkan pada 5 Juni 2025. Nintendo menegaskan tidak ada perubahan pada tanggal rilis, tetapi distribusi awal di AS dapat terpengaruh jika kebijakan tarif Trump memengaruhi harga jual dan permintaan konsumen.
Pemerintah AS di bawah Presiden Trump baru saja memperluas cakupan tarif impor terhadap barang-barang dari China dan negara lain, termasuk Jepang. Kebijakan ini berpotensi menaikkan harga perangkat elektronik seperti konsol game, laptop, dan smartphone di pasar AS.
Sekadar informasi, Switch generasi pertama yang dirilis pada 2017 telah terjual lebih dari 139 juta unit secara global hingga akhir 2024. AS menjadi pasar terbesar bagi Nintendo dengan kontribusi sekitar 40% dari total penjualan tersebut.
Ekonom teknologi memperkirakan tarif Trump bisa menaikkan harga konsol hingga 15–20% jika produsen tidak menyesuaikan strategi logistik dan produksi. Kenaikan harga ini berisiko menurunkan daya beli konsumen dan menghambat momentum penjualan saat peluncuran.
Baca Juga
S&P 500 Catatkan Aksi Jual US$ 5 triliun Dalam Dua Hari, Setelah Pengumuman Tarif Trump
Reuters melaporkan, penundaan pre-order Nintendo Switch 2 ini menjadi sinyal bahwa perusahaan teknologi global sedang memantau kebijakan perdagangan AS dengan lebih hati-hati. Tak hanya Nintendo, produsen lain seperti Sony dan Microsoft kemungkinan besar ikut terdampak jika tarif diberlakukan secara luas terhadap produk elektronik.
Nintendo menyatakan akan terus berkoordinasi dengan mitra lokal dan otoritas terkait untuk memastikan distribusi Switch 2 berjalan lancar. Konsumen di AS disarankan untuk menunggu informasi terbaru melalui situs resmi dan kanal distribusi ritel. (C-13)

