Teten Masduki Sebut Empat Langkah Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Usaha Mikro
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi & UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyampaikan komitmen kelembagaannya mendukung pertumbuhan ekosistem keuangan digital usaha mikro. Hal tersebut disampaikan Teten dalam launching Amartha Village di Jakarta, Rabu malam (6/3/2024).
Teten berujar saat ini rendahnya tingkat literasi keuangan pelaku UMKM menjadi salah satu penyebab minimnya akses lembaga keuangan terhadap sektor tersebut.
"Untuk itu, inklusi keuangan menjadi salah satu pilar dalam pengembangan UMKM," kata Menteri Teten.
Dalam keterangan resminya, Teten Masduki menekankan setidaknya terdapat empat langkah yang dapat dilakukan untuk terus menginisiasi kebijakan dan program dalam mengembangkan dan memperkuat ekosistem keuangan bagi UMKM.
Baca Juga
Gandeng 15 Mitra LBH, Kemenkop UKM Jamin Bantuan Hukum Bagi Pelaku Usaha Mikro
"Pertama, peningkatan akses pembiayaan KUR dan KUR Klaster, termasuk pendampingan UMKM untuk mengakses KUR. Kedua, inisiasi implementasi credit scoring," ucapnya.
Kemudian langkah ketiga, menurut Teten, adalah menginisiasi model pengembangan skema pembiayaan FPO (Farmer Producer Organization). Dan yang terakhir yakni melalui LPDB-KUMKM sebagai holding satuan kerja ultra mikro, fokus pada pelaksanaan penyaluran dan pengelolaan dana bergulir untuk koperasi baik sektor riil maupun simpan pinjam yang diteruskan ke UMKM.
"Kunci utama terwujudnya ekosistem keuangan inklusif bagi UMKM adalah sinergi dan kolaborasi secara komprehensif," jelasnya.
Rasio Kredit Perbankan untuk UMKM
Sementara itu, Teten turut menyinggung terkait porsi rasio kredit perbankan untuk UMKM. Menurut Teten, saat ini rasio kredit perbankan untuk UMKM di Indonesia relatif rendah.
Baca Juga
Amartha & Unilever Sinergikan Jejaring Usaha Mikro Perempuan dengan Jejaring Bank Sampah
"Jika dibandingkan Thailand dan Malaysia, Indonesia masih tertinggal karena kedua negara tetangga itu sudah berada di atas 40 persen. Bahkan, di Korea Selatan sudah lebih dari 80 persen," tandasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkop UKM, porsi kredit usaha mikro di Indonesia mencapai 22%. Lebih rendah dibandingkan porsi usaha kecil yang mencapai 33% serta usaha menengah dengan 45%.
Teten berharap ke depan pihak perbankan dapat lebih mudah memberikan akses kredit terhadap pelaku UMKM agar semakin memperkuat pertumbuhan ekosistem usaha mikro. Salah satunya menurut Teten adalah melalui skema credit scoring seperti yang telah dilakukan di banyak negara.
Baca Juga
Komitmen Pemerintah Dukung Pelaku UMKM Perempuan Melek Teknologi
"Di negara lain, bank berani memberikan kredit bagi usaha mikro dan kecil, karena mereka sudah terhubung ke rantai nilai atau masuk rantai pasok industri," terangnya.
Sebagai catatan Amartha Village sendiri diinisiasi oleh Amartha (PT Amartha Mikro Fintek) sebagai pionir Fintech Peer to Peer (P2P) dan investasi online untuk terus tumbuh membangun ekosistem keuangan mikro.

