Soal Pembangunan Hunian di Pulogebang, Wamen PKP Matangkan Investor Qatar
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) menyatakan, pihaknya siap melaksanakan groundbreaking atau memulai pembangunan enam rumah susun (rusun) di Blok K Pulogebang apabila Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah memberikan lampu hijau.
“Belum, kita menunggu dari pak wamen (Fahri Hamzah) untuk dicarikan investornya. Jadi, menunggu hasil pembicaraan pak wamen dengan calon mitra yang dari Qatar,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Perumnas, Budi Saddewa Soediro saat ditemui investortrust.id di kantor Kementerian PKP, Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2025).
Diberitakan sebelumnya, Kementerian PKP bersama Perum Perumnas tengah menyiapkan lahan seluas 1.575,64 hektare (ha) dengan potensi pembangunan 150.152 unit hunian di seluruh Indonesia guna menggenjot program 3 juta rumah.
Baca Juga
Genjot 3 Juta Rumah, Kementerian PKP-Perumnas Siapkan Lahan untuk 150.152 Hunian
Fahri Hamzah mengatakan, Kementerian PKP berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan perumahan di Tanah Air, utamanya dalam menciptakan ekosistem perumahan yang berkelanjutan, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kita harus fokus dan kompak dalam menyelesaikan persoalan social housing. Kebutuhan hunian layak adalah hak dasar masyarakat, dan pemerintah bersama para mitra harus bergerak cepat dalam merealisasikannya," kata Wamen Fahri beberapa waktu lalu.
Menurut Fahri, beberapa isu harus dituntaskan dalam permasalahan perumahan di Indonesia. Salah satu isu makronya adalah kebijakan komprehensif yang dalam pelaksanaannya tidak boleh ada hambatan untuk merealisasikan rumah untuk rakyat.
"Kita harus memastikan bahwa kebijakan perumahan bersifat holistik, mencakup sisi supply dan demand, serta didukung percepatan regulasi. Artinya, program 3 juta rumah ini sudah tepat untuk dilaksanakan. Saat ini yang mesti kita lakukan adalah percepatan pembangunan perumahan dan menyiapkan regulasi-regulasi percepatannya untuk mengurangi backlog perumahan," ujarnya.
Ihwal itu, Dirut Perumnas Budi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 1.575,64 ha dengan potensi pembangunan 150.152 unit hunian di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Pemerintah Kucurkan Rp 368,59 M buat Perbaikan Hunian di Indonesia Barat-Timur
Dikatakan Budi, salah satu proyek strategis yang sedang dikembangkan adalah Blok K Pulogebang, Jakarta Timur, yang mencakup lahan 3,1 ha untuk pembangunan enam tower, terdiri dari dua rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan empat rumah susun apartemen sederhana milik (rusunami), dengan total 5.941 unit.
"Saat ini kami sudah siapkan lokasi-lokasi yang bisa dibangun oleh Kementerian PKP atau investor. Di Jabodetabek sendiri kami sudah menyiapkan lima titik, di antaranya berlokasi di Kemayoran dan Pulogebang," ungkapnya.
Budi menyatakan, terdapat empat langkah strategis yang menjadi fokus utama Perum Perumnas. "Pengembangan kawasan perumahan skala besar, penataan kawasan kumuh secara vertikal, pembangunan hunian berbasis transit-oriented development (TOD), serta pengembangan hunian vertikal perkotaan,'' pungkasnya.

