Akan Bangun Smelter Baru, Jokowi Sambut Baik Pembahasan Penambahan Saham Freeport
WASHINGTON DC, investortrust.id - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik pembahasan mengenai penambahan saham Freeport McMoRan di Indonesia hingga perpanjangan izin tambang, yang telah mencapai tahap akhir. Freeport juga berkomitmen membangun smelter baru di Fakfak, Papua. Saat ini, BUMN RI sudah menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia, yang mengelola salah satu pertambangan emas terbesar di dunia.
Dalam kunjungan ke Amerika Serikat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima Chairman Freeport McMoRan Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, AS, pada Senin (13/11/2023) waktu setempat. “Saya senang mendengar pembahasan penambahan 10% saham Freeport di Indonesia dan perpanjangan izin tambang selama 20 tahun, yang telah mencapai tahap akhir,” ungkap Presiden Jokowi kepada Richard Adkerson, dalam keterangan pada Selasa (14/11/2023) waktu Indonesia.
Baca Juga
Pembangunan Smelter Freeport Capai 84%, Beroperasi Akhir 2024
Dalam pertemuan dengan Freeport, Presiden Jokowi berharap agar hal itu dapat diselesaikan pada akhir November tahun ini. Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan adalah Menko Marves Ad Interim Erick Thohir, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, serta Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani. Turut hadir juga Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
Surplus Perdagangan dengan AS US$ 16 Miliar
Dalam keterangan terpisah usai pertemuan, Erick Thohir menilai bahwa saat ini hubungan antara Indonesia dengan AS terus meningkat, utamanya dalam bidang perdagangan. “Apalagi, surplus perdagangan kita dengan Amerika Serikat sudah mencapai hampir US$ 16 miliar, dan pertumbuhannya beberapa tahun terakhir cepat. Investasi Amerika di Indonesia itu sudah nomor empat sekarang, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ucap Erick.
Oleh karenanya, Erick menyebut, Presiden Jokowi terus mendorong investasi AS di Indonesia, salah satunya dari Freeport McMoRan. Saat ini, Freeport sudah tidak hanya melakukan kegiatan penambangan emas dan tembaga, melainkan telah membangun smelter untuk mengolahnya.
“Kebetulan, BUMN kita sudah menguasai 51% (saham Freeport Indonesia),” lanjutnya.
Bangun Smelter Lagi
Erick juga mengungkapkan, dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan CEO Freeport McMoRan dibahas juga mengenai hilirisasi yang dilakukan oleh Freeport. Pihak Freeport pun tampak menunjukkan komitmen untuk membangun smelter di lokasi lain di Indonesia, di antaranya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.|
Baca Juga
Progres Smelter Freeport Indonesia 78%, Senilai Rp 41 Triliun
“Ini investasi yang kita hilirisasi. Yang tadinya hanya murni pertambangan emas dan copper, sekarang sudah mulai diturunkan ke industrialisasinya, dengan membuka smelter yang di Surabaya. Tidak hanya di Surabaya, Freeport punya komitmen membangun juga smelter di Fakfak, di Papua,” imbuhnya.
Erick menilai sejumlah hal yang disampaikan dan dibahas dalam pertemuan tersebut sangat baik, guna meningkatkan investasi yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Peningkatan investasi dari luar negeri ini diperlukan untuk membuka lapangan kerja di Tanah Air.

