Tarif Trump Hambat Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Eksportir Beberkan Dampaknya ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno membeberkan dampak terhadap ekspor Tanah Air dari pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia akibat beban tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dari kebijakan Trump yang bertujuan untuk melindungi industri domestiknya, Organisation for Economic Co-operatio and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan PDB global melambat dari 3,2% pada 2024 menjadi 3,1% pada 2025 dan 3,0% pada 2026.
Hal tersebut pun disebabkan dengan adanya hambatan perdagangan yang lebih tinggi di beberapa ekonomi G20, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan yang membebani investasi dan pengeluaran rumah tangga.
Baca Juga
Balas Ancaman Tarif Trump, Uni Eropa Batasi Dominasi Google dan Apple
"Dengan adanya situasi yang semakin tidak menentu akibat kebijakan Presiden Trump, maka tujuan ekspor harus selalu menyesuaikan menghindar hambatan logistik, serta hambatan negara-negara yang semakin protektif," ucap Benny kepada investortrust.id, Minggu (23/3/2025).
Benny menjelaskan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China dengan memberlakukan tarif impor yang tinggi juga berdampak ke ekspor Indonesia. Hal ini akan mengakibatkan adanya kenaikan biaya dari segi logistik karena banyak rute pengiriman yang berubah.
Baca Juga
Tarif Trump Hambat Pertumbuhan, OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi AS dan Global
"Hambatan logistik karena Adanya perubahan geopolitik, maka route shipping (angkutan laut) banyak perubahan, dan tentu biaya angkutannya juga banyak perubahan," ujarnya.
Meskipun belum menghitung secara rinci terkait pelambatan kinerja ekspor Indonesia dari perang dagang dan kebijakan Trump tersebut, Benny memperkirakan dampaknya akan membuat kinerja ekspor turun hingga 5% pada awal tahun ini.
"Tentu ada terjadi penurunan (jumlah dan nilai ekspor), 3-5 % (penurunannya)," ungkap Benny.

