Garuda Siapkan Promo Tiket, Diskon Bisa 19%
JAKARTA, investortrust.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai holding Garuda Indonesia Group telah menyiapkan sejumlah promo tiket penerbangan untuk menyambut periode libur lebaran 2025/1446 Hijriah. Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi menyebut, perseroan akan memberikan promo khusus selain penurunan tarif tiket penerbangan 14% yang sebelumnya ditetapkan oleh pemerintah.
"Sesuai dengan program pemerintah yang diterapkan dengan support dari seluruh stakeholders, penurunan tiketnya dimulai di 14% paling sedikit. Mungkin kita bisa (turunkan) 18-19% juga untuk rute-rute tertentu," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Perseroan dengan kode saham GIIA itu menyiapkan promo baik untuk maskapai Garuda Indonesia maupun Citilink. Disebutkan oleh Ade Susardi, Garuda Indonesia Group menghadirkan sejumlah program komersial di antaranya program Garuda Indonesia Takjil Ramadan di mana terdapat penawaran potongan harga spesial hingga Rp1 juta di sejumlah rute domestik dan internasional dengan periode pemesanan 3-9 Maret 2025, untuk perjalanan hingga 30 September 2025.
Baca Juga
Sambut Libur Lebaran, Garuda Indonesia (GIIA) Siapkan 1,9 Juta Kursi dan 95 Armada
Sementara itu, Citilink turut menghadirkan program Takbir 2025 - Mudik Duluan yakni program khusus bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik lebih awal. Periode pemesanan dibuka hingga 9 Maret 2025 mendatang dan untuk periode penerbangan 1-30 Maret 2025.
"Di Garuda itu ada juga promo yang namanya Lebaran di Jakarta, karena orang pada pulang ke daerah masing-masing, kadang-kadang pulangnya pesawat ke Jakartanya mungkin (kursi) agak lebih kosong. Itu kita jadikan promo untuk lebaran di Jakarta," jelasnya.
Adapun puncak puncak arus mudik 2025 diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28 Maret 2025 sementara untuk puncak arus balik di tanggal 6 April 2025. Lebih lanjut optimalisasi kapasitas penerbangan tersebut nantinya akan difokuskan di sejumlah rute-rute yang memiliki demand yang tinggi seperti Jakarta - Tanjung Karang pp, Jakarta - Pangkalpinang pp, Jakarta - Padang pp, dan Yogyakarta - Denpasar untuk rute domestik serta Jakarta - Jeddah pp, Jakarta - Madinah, Jakarta - Doha pp, Sydney - Denpasar, Denpasar - Narita pp untuk rute internasional.
Baca Juga

