CCT Bangun Rest Area di KM 63 Senilai Rp 170 M, Groundbreaking Juli 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) akan membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP)/rest area tipe A di KM 63 seluas 12 hektare (ha) di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp 170 miliar.
Direktur Utama PT CCT, Indar Barung mengatakan, pihaknya tengah melelang proyek rest area KM 63 kepada para investor sejak Januari 2025 dan ditargetkan groundbreaking di Juli 2025.
“Statusnya (rest area KM 63) sekarang dalam konteks pelelangan. Jadi, kita punya waktu sampai 9 Juli (2025), itu kita sudah harus bangun, insyaallah on track. Nah, pembangunannya sendiri itu mungkin 9 bulan sampai satu tahun ya,” kata Indar di Kantor PT CCT, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (5/3/2025).
Direktur Keuangan PT CCT, Yefri Rahardja menambahkan, estimasi nilai investasi pembangunan rest area KM 63 mencapai Rp 170 miliar. “Jadi, capex itu ada dua, infrastruktur sama bangunan komersialnya. Untuk total (biaya) infrastruktur itu sekitar Rp 109 miliar, ditambah bangunan komersial itu masing-masing totalnya Rp 60 miliar. Jadi, total kurang lebih Rp 170 miliar,” jelas dia.
Dikatakan Yefri, beberapa investor yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (Aprestindo) sudah mulai melirik pelelangan TIP tipe A tersebut.
“Di market sounding itu yang hadir Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas), CMNP (PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk), Astra Infra, sama Jasa Marga (PT Jasamarga Related Business/JMRB),” ungkap dia.
Sebagai informasi, rest area ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas diantaranya tempat parkir, tempat makan, toilet, masjid, stasiun pengisian daya kendaraan listrik (SPKLU), serta fasilitas penunjang lainnya.
Baca Juga
PP Properti (PPRO) Gencar Tawarkan Produk Properti, Kali Ini Ikut Expo di Rest Area Jalan Tol Ini
Dirut Indar menyatakan, pihaknya terus berupaya mendorong implementasi investasi yang berkelanjutan khususnya dalam pengusahaan rest area KM 63 agar sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menjadi bagian dari Jalan Tol Hijau (Green Toll Road) di Indonesia.
“Kita akan memperhatikan pemenuhan aspek pembangunan berkelanjutan seperti pemanfaatan bahan bangunan ramah lingkungan, penggunaan energi terbarukan, pengolahan limbah, dan penyediaan area terbuka hijau pada pembangunan dan pengelolaan rest area KM 63,” pungkas dia.

