Kementerian PKP-Bank Dunia Jajaki Kerja Sama Dorong Program 3 Juta Rumah
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Bank Dunia melakukan penjajakan mengenai dukungan teknis dalam pelaksanaan program 3 juta rumah.
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menyatakan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian Kementerian PKP dalam program 3 juta rumah, yakni masalah penyediaan tanah, kemudahan perizinan, dan konstruksi bangunan.
“Kementerian PKP juga siap bersinergi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Dunia guna mewujudkan semangat gotong-royong membangun rumah rakyat,” kata Fahri dalam keterangannya, dikutip Selasa (25/2/2025).
Baca Juga
Menteri Ara Sebut Peta Jalan Program 3 Juta Rumah Sudah Siap Dipresentasikan ke DPR
Dikatakan Fahri, Indonesia harus bisa mencontoh dan belajar dari negara tetangga dalam program perumahan. “Misalnya Singapura yang mampu mengelola aset dasar perumahan, yakni tanah. Jepang dan China dengan teknologi perumahannya cepat, dan Qatar juga telah siap membantu Indonesia,” ujar dia.
Pada kesempatan yang sama, Program Leader of Infrastructure World Bank Claudia Inez Vasquez menyampaikan, Bank Dunia telah menyusun sejumlah proposal serta menyampaikan implementasi dukungan kepada Kementerian PKP sehingga diharapkan lebih banyak masyarakat yang akan mendapatkan bantuan perumahan.
Berdasarkan perhitungan Bank Dunia, pembangunan 3 juta rumah membutuhkan biaya Rp 39 triliun untuk dilaksanakan dalam 2025 dengan kuota rumah subsidi sekitar 86,5% atau 2.595.000 unit yang tersedia.
Baca Juga
“Perumahan merupakan salah satu masalah kompleks yang sering dihadapi oleh suatu negara sehingga dibutuhkan komitmen pemerintah dalam menjalankan program perumahan,” tutur Claudia.
Claudia juga mengatakan, hadirnya program 3 juta rumah merupakan terobosan yang baik dalam penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah.

