Menkomdigi dan Menaker Sepakat Ciptakan Talenta Digital Tenaga Kerja
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (21/2/2025). Dalam pertemuan itu, keduanya kompak memperkuat kerja sama mengembangkan keterampilan digital tenaga kerja lintas sektor.
“Kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi digital terus meningkat. Oleh karena itu, kami berdiskusi prioritas bidang yang perlu diperkuat serta bentuk kerja sama yang dapat diimplementasikan,” ujar Meutya Hafid dalam keterangan yang diterima investortrust.id.
Baca Juga
Indonesia Siapkan Talenta AI Lokal untuk Bersaing di Ekonomi Digital Global
Sebagai langkah nyata, pemerintah memperkuat program pelatihan digital, seperti Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Program ini diharapkan mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi industri digital di masa depan.
“Saya apresiasi komitmen Pak Menaker dalam mendukung penguatan kompetensi digital tenaga kerja kita. Ini adalah langkah strategis mempersiapkan SDM yang unggul,” tambah Meutya.
Kolaborasi ini juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk balai pelatihan kerja serta mitra strategis Kementerian Ketenagakerjaan, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna mempercepat penciptaan lapangan kerja berbasis digital.
Menaker Yassierli juga menekankan bahwa transformasi pelatihan tenaga kerja harus menyesuaikan kebutuhan industri. Saat ini, pihaknya sedang melakukan modernisasi enam balai besar dan 21 balai pelatihan lainnya di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Kemenkomdigi Terima Hibah Tanah dari Pemkab Bekasi untuk Pengembangan Talenta Digital
“Kami menyadari bahwa balai pelatihan harus bertransformasi. Tidak hanya fokus pada manufaktur dan elektronik, tetapi juga memperluas cakupan pelatihan ke bidang TI (teknologi informasi) dan digital,” ungkap Yassierli.
Untuk memastikan tenaga kerja siap pakai, pemerintah mengadopsi pendekatan berbasis permintaan industri. “Bersama Kadin, Apindo, dan mitra lainnya, kami akan memetakan kebutuhan industri, memastikan pelatihan sesuai kebutuhan sektor, dan menyiapkan tenaga kerja yang siap diserap industri,” tambah Menaker.
Dalam kerja sama ini, pemerintah telah mengidentifikasi 44 sektor prioritas, termasuk keamanan siber, ekosistem digital, infrastruktur, pemrograman, konten kreator, hingga internet of things (IoT). (C-13)

