Mau Tahu Jawara Ponsel di Indonesia? Ini Dia Daftarnya!
JAKARTA, investortrust – International Data Corporation (IDC) Indonesia baru saja merilis daftar jawara telepon seluler (ponsel) di Indonesia. Mau tahu siapa saja mereka? Ini dia daftarnya.
Menurut IDC Indonesia, hingga kuartal II-2023, Samsung tercatat sebagai jawara ponsel di Indonesia, mengalahkan para kompetitornya. Pabrikan ponsel asal Korea Selatan itu menguasai pangsa pasar 20,8% dengan pengiriman 1,9 juta unit.
“Di bawah Samsung ada OPPO yang mengirimkan 1,6 juta unit dengan pangsa pasar 17,6%,” tutur analis IDC Indonesia, Vanessa Aurelia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (6/09/2023).
Posisi ke-3, menurut Vanessa, ditempati Vivo dengan pangsa pasar 16,5% dan pengiriman 1,5 juta unit. Xiaomi dan Transsion (Infinix, Tecno) masing-masing berada di posisi ke-4 dan ke-5 dengan pangsa pasar 14,7% dan 13,4%.
“Xiaomi mengirimkan 1,3 juta unit ponsel pada kuartal II 2023, sedangkan Transsion mengirim 1,2 juta unit,” ujar Vanessa.
Vanessa Aurelia mengungkapkan, pangsa pasar telepon seluler (ponsel) generasi keempat (4G) di Indonesia naik pada kuartal II-2023 dibanding kuartal sebelumnya, dari 82% menjadi 86%. Sebaliknya, pasar ponsel 5G turun 4,3%untuk pertama kalinya sejak kehadiran ponsel 5G di Indonesia pada 2020.
"Pangsa pasar ponsel 5G masih kecil dibandingkan ponsel 4G. Meskipun harga ponsel 5G semakin terjangkau, ponsel 4G seringkali menawarkan spesifikasi yang jauh lebih baik dengan harga yang mirip," papar dia.
5G Masih Lambat
Vanessa menjelaskan, adopsi 5G di Indonesia lambat karena teknologi ini masih menghadapi sejumlah kendala, baik dari sisi permintaan maupun persediaan. Apalagi jaringan 5G masih terbatas untuk titik-titik tertentu.
"Konektivitas 5G masih terbatas untuk arena tertentu sehingga fitur 5G belum cukup untuk memikat konsumen potensial yang baru," tandas dia.
Adopsi 5G yang masih rendah, kata Vanessa, juga membuat operator telekomunikasi berhati-hati menginvestasikan dananya untuk teknologi tersebut. Mereka mempertimbangkanbiaya dan tingkat keuntungan.
Vanessa mengakui, pasar ponsel Indonesia kembali menurun untuk delapan kuartal berturut turut, yaitu sebesar 6,3% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, secara kuartalan (quarter to quarter (Q to Q), pasar ponsel Indonesia tumbuh 13,8% menjadi 8,9 juta unit.
"Penurunan pasar ponsel Indonesia tidak terlalu dalam karena tertolong pertumbuhan segmen entry-level atau ponsel murah," ucap Vanessa.
IDC juga mencatat ponsel premium (di atas US$ 600 atau sekitar Rp 9,1 juta) tumbuh 71% (yoy). Samsung dan Apple masih menjadi merek teratas di segmen tersebut. “Kami prediksi pengiriman ponsel pada 2023 menjadi yang terendah sejak 2018,” ujar dia.

