Menhub Koordinasikan Angkutan Lebaran 2025 dengan Menkes
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi terkait kesiapan angkutan mudik Lebaran 2025 dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
"Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi salah satu instansi yang memegang peran krusial dalam mendukung kesuksesan pelaksanaan angkutan Lebaran," kata Menhub dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (31/1/2205) dilansir Antara.
Baca Juga
Kementerian PU Buka Potensi Penurunan Tarif Tol Jelang Libur Lebaran 2025
Menhub mengatakan, Kementerian Kesehatan merupakan salah satu instansi yang berperan penting menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran, sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan mengunjungi Kemenkes untuk bertemu Budi Gunadi Sadikin pada Kamis (30/1/2025).
"Kementerian Kesehatan setiap tahunnya menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai titik, termasuk di simpul-simpul transportasi, selama periode mudik dan balik Lebaran," ujarnya.
Menurut Menhub, keterlibatan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan angkutan Lebaran sangat penting untuk menjamin keselamatan pelaku perjalanan, baik pemudik maupun petugas transportasi. Dengan pemeriksaan fisik, darah, hingga urine oleh tenaga kesehatan di lapangan, diharapkan pelaku perjalanan dapat melangsungkan mudik dengan aman serta nyaman.
Dudy berharap, kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan dapat berjalan dengan baik pada penyelenggaraan angkutan Lebaran 2025. "Harapannya, masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan sehat, dan yang tak kalah penting selamat sampai tujuan,” terangnya.
Baca Juga
Menhub mengimbau, masyarakat dan seluruh awak transportasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalanan selama periode Lebaran.
Sebelumnya, Dudy juga telah melakukan koordinasi terkait kesiapan angkutan Lebaran 2025 dengan sejumlah pihak, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

