Tradisi Unik Imlek di Indonesia yang Menarik Diketahui
JAKARTA, investortrust.id - Imlek atau Tahun Baru China adalah momen spesial yang dirayakan dengan penuh suka cita oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Namun, perayaan Imlek di Indonesia tidak sekadar mengikuti tradisi Tionghoa, tetapi banyak tradisi unik yang lahir dari akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya lokal.
Tradisi Imlek di Indonesia yang merupakan akulturasi budaya Tiongkok dan lokal, di antaranya tumpeng Imlek hingga pertunjukan Barongsai. Setiap tradisi mencerminkan harmoni dan keragaman budaya Indonesia.
Berikut adalah tradisi unik Imlek di Indonesia.
1. Tumpeng Imlek
Tumpeng Imlek adalah contoh akulturasi budaya yang harmonis di Indonesia. Tumpeng, yang awalnya merupakan simbol rasa syukur dalam budaya Jawa, diadaptasi menjadi hidangan khas Imlek dengan sentuhan kuliner Tionghoa. Biasanya, Tumpeng Imlek dihiasi dengan lauk, seperti ayam (simbol kemakmuran), ikan (simbol kelimpahan), dan sayuran (simbol kesehatan).
Baca Juga
Menurut South China Morning Post, dikutip Rabu (29/1/2025), tumpeng Imlek semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di daerah lain, seperti Sumatera dan Kalimantan. Hal ini menunjukkan tradisi lokal dan Tionghoa saling melengkapi.
Di Yogyakarta, tumpeng Imlek sering disajikan dengan tambahan lumpia Semarang dan sosis Solo, menggabungkan cita rasa Jawa dan Tionghoa. Sementara beberapa restoran di Jakarta menawarkan paket tumpeng Imlek dengan harga mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 2 juta.
2. Barongsai dan liong
Barongsai dan Liong (naga) adalah ikon perayaan Imlek di Indonesia. Pertunjukan ini tidak hanya digelar di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah kecil, seperti Singkawang, Kalimantan Barat dan Manado, Sulawesi Utara.
Menurut The Straits Times, Indonesia memiliki lebih dari 100 kelompok Barongsai yang aktif, dengan beberapa di antaranya bahkan meraih prestasi di kompetisi internasional. Di Singkawang, pertunjukan Barongsai dan liong melibatkan ribuan penari dan penonton, menjadikannya salah satu perayaan Imlek terbesar di Indonesia.
Smeentara itu, beberapa kelompok Barongsai di Indonesia mulai mengadopsi teknologi modern, seperti penggunaan drone untuk merekam pertunjukan secara aerial.
3. Angpao dengan uang kertas baru
Memberikan angpao (amplop merah berisi uang) adalah tradisi Imlek yang tidak pernah lekang oleh waktu. Di Indonesia, uang kertas baru dari bank sering kali habis terjual menjelang Imlek karena masyarakat percaya bahwa memberikan uang baru membawa keberuntungan.
Baca Juga
Pertamina Siapkan Pasokan hingga 9 Juta Tabung LPG 3 Kg Selama Libur Panjang Imlek
Beberapa keluarga Tionghoa di Indonesia memberikan angpao dengan tambahan permen atau cokelat sebagai simbol manisnya kehidupan. Sementara di era digital, beberapa orang mulai memberikan angpao virtual melalui aplikasi pembayaran, seperti GoPay atau Ovo.
4. Kue keranjang dan makanan khas Imlek
Kue keranjang (nian gao) adalah makanan wajib saat Imlek. Di Indonesia, kue ini sering disajikan bersama makanan khas lokal, seperti dodol atau wajik. Kue keranjang memiliki makna filosofis sebagai simbol kenaikan rezeki dan kemajuan hidup.
Menurut BBC Travel, kue keranjang juga sering digunakan sebagai persembahan di altar leluhur selama perayaan Imlek. Di Medan, kue keranjang sering diolah menjadi hidangan modern, seperti puding atau es krim. Sementara beberapa toko kue di Jakarta menawarkan kue keranjang dengan varian rasa, seperti cokelat, keju, dan matcha.
5. Imlek di kelenteng tua
Indonesia memiliki banyak kelenteng tua yang menjadi pusat perayaan Imlek. Salah satunya adalah kelenteng Sam Po Kong di Semarang, yang dibangun pada abad ke-15. Ribuan orang berkunjung ke kelenteng ini setiap tahun untuk berdoa dan menyaksikan prosesi budaya yang meriah.
Kelenteng-kelenteng tua di Indonesia tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Selain di Semarang, kelenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur, dikenal dengan patung Dewa Kwan Kong terbesar di Asia Tenggara. Adapun di Jakarta, kelenteng Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti) menjadi salah satu kelenteng tertua yang masih aktif digunakan.
6. Petasan dan lampion raksasa
Selain tradisi di atas, Imlek di Indonesia juga diramaikan dengan petasan dan lampion raksasa. Di kota-kota, seperti Semarang dan Surabaya, lampion raksasa dipasang di sepanjang jalan utama, menciptakan suasana magis.
Di Semarang, festival lampion raksasa digelar selama sebulan penuh, menarik ribuan pengunjung setiap tahun. Sementara beberapa daerah di Indonesia mulai mengganti petasan tradisional dengan petasan berbahan ramah lingkungan untuk mengurangi polusi suara dan udara.

