Akui Masih Terbatas, Ketum Aprindo: Pasokan Beras ke Ritel Lokal Baru 35%
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengakui pasokan beras ke ritel masih terbatas. Terlebih lagi untuk ritel lokal atau di daerah serapannya masih sangat rendah dibandingkan nasional.
"Jadi dengan kata lain minggu sekarang ini masih terbatas," ucap Roy kepada Investortrust.id saat ditemui usai acara Aprindo Leaders Forum, Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Ia menyebutkan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berasal dari Bulog di tingkat ritel lokal masih di angka 30-35%. Ia pun mencontohkan ritel lokal seperti yang berada di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Baca Juga
"Tapi kalau di ritel lokal, karena mereka ada di daerah-daerah dan enggak dekat dengan sentra Bulog, jadi itu rata-rata baru 30%," terangnya.
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah agar mampu mempercepat penyaluran pasokan beras SPHP ke ritel-ritel lokal. Sementara itu, untuk lokal nasional seperti Alfamart, Hypermart sudah mencapai angka 70-80%.
"Jadi kita berharap memang ada akselerasi untuk ritel lokal terutama. Jadi kondisinya yang ritel lokal baru mengalami 30-35%," ungkap Roy Mandey.
Baca Juga
Pemerintah Pastikan HET Beras Tidak Naik Walau Harga Beras Melonjak
"Sementara ritel nasional sudah dua kali lipatnya, 70-80%. Nah kita berharap itu tetap dilanjut sampai adanya impor yang sudah masuk ini," tandasnya.
Adapun sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengungkapkan penyebab stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jarang dan bahkan langka di tingkat ritel modern, salah satunya adalah Alfamart.
Bayu menjelaskan bahwa Alfamart tidak menyetok atau mengambil beras SPHP dari Bulog sebanyak yang dilakukan oleh gerai ritel modern lainnya, seperti Hypermart hingga Transmart.
Baca Juga
"Kalau kita lihat diberitakan seperti Alfamart yang tidak ada stoknya, jadi memang relatif sedikit mengambilnya misalnya dibandingkan Transmart, Hypermart atau Indomaret," ucapnya pada rapat koordinasi dengan Bapanas, Senin (4/3/2024).

