Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Bahlil Targetkan Konsumsi Listrik 6.500 kWh Per Kapita
SUMEDANG, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan, konsumsi listrik sebesar 6.500 kilowatt-hour (kWh) per kapita. Hal ini dimaksudkan agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 8% yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, konsumsi listrik masyarakat Indonesia masih berada di level 4.500-5.000 kWh per kapita. Menurutnya, tidak cukup jika konsumsi listrik hanya dinaikkan ke 5.500-6.000 kWh per kapita.
Baca Juga
Bahlil Sebut 26 Pembangkit Listrik yang Diresmikan Mayoritas Energi Bersih
“Itu berarti pertumbuhan ekonomi kita hanya kita siasati di 6%-7%. Untuk bisa pertumbuhan ekonomi kita 8%, kita dorong menjadi 6.000-6.500 kWh per kapita,” kata Bahlil di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan, upaya peningkatan konsumsi listrik masyarakat ini sejalan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang sedang disusun Kementerian ESDM.
“RUPTL ke depan akan kita susun dengan menambah 71 gigawatt (GW) atau 71.000 megawatt (MW) dengan jaringan sekitar 48.000 km sirkuit,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar tersebut.
Baca Juga
Bahlil Beri Kabar Terbaru Pensiun Dini PLTU Batu Bara, Ini Updatenya
Bahlil menerangkan, pembangunan jaringan itu nantinya didesain terhubung dengan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang potensinya mencapai lebih 3.600 GW. "Jaringan yang dahulu dipasang, tidak didesain untuk menjemput tempat-tempat di mana kita membangun energi baru terbarukan. Untuk itu, kita mendorong untuk membangun jaringan ke depan sekitar 8.000 km,” ujar dia.

