Anindya Bakrie Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8%
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, sangat optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kita optimistis. Kuncinya adalah gimana ekonomi domestik bisa maju, belanja pemerintah yang dikeluarkan efisien, tapi juga investasi harus masuk," kata Anindya di Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Kadin sendiri sudah dipastikan akan mengikuti World Economic Forum (WWF) di Davos, Swiss. Selain itu, Kadin juga akan mengikuti agenda kunjungan Presiden Prabowo ke India. Menurut Anindya, langkah ini juga sekaligus membuka peluang pasar baru bagi Indonesia.
"Dan kita mesti mencari pasar-pasar baru, di luar pasar-pasar yang sudah ada dan besar, dengan tantangannya sendiri, seperti China dan Amerika. Kita mesti cari yang baru juga." jelasnya.
"Kita optimistis. Kuncinya adalah gimana ekonomi domestik bisa maju, belanja pemerintah yang dikeluarkan efisien, tapi juga investasi harus masuk," kata Anindya di Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Kadin sendiri sudah dipastikan akan mengikuti World Economic Forum (WWF) di Davos, Swiss. Selain itu, Kadin juga akan mengikuti agenda kunjungan Presiden Prabowo ke India. Menurut Anindya, langkah ini juga sekaligus membuka peluang pasar baru bagi Indonesia.
"Dan kita mesti mencari pasar-pasar baru, di luar pasar-pasar yang sudah ada dan besar, dengan tantangannya sendiri, seperti China dan Amerika. Kita mesti cari yang baru juga." jelasnya.
Sebagaimana diberitakan oleh investortrust.id, Kamis (16/1/2025), Anindya turut mengajak seluruh anggota Kadin untuk mendukung dan mensukseskan program pemerintah dan cara ikut berpartisipasi dalam setiap program pemerintah, mulai dari makan bergizi gratis (MBG) hingga pembangunan rumah 3 juta unit yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
“Program-program Presiden Prabowo Itu banyak sekali peluang buat teman-teman berpartisipasi mulai dengan ketahanan pangan makanan bergizi. Bisa bayangkan upaya beliau untuk membuat 11 ribu dapur ini sebagai rantai pasok pangannya luar biasa,” ungkapnya.
“Belum lagi kita bicara rumah murah, 2 juta setahun Untuk di desa 1 juta di perkotaan Ini semua juga satu rumah saya dengar 36 m2 ada 4.500 batu bata. Belum lagi ada 150 vendor yang bisa ikutan di dalam program-program seperti ini,” tambah Anindya.
Dia yakin laju pertumbuhan ekonomi di atas 8% bisa tercapai jika semua pihak bersatu dan bekerja bersama dengan pemerintah.
“Kita harus maju bersama. Kalau maju sendiri-sendiri tidak ada gunanya, buat apa berkadin kita musti maju bersama dan semua teman-teman harus naik kelas,” harapnya. (C.13)

