Anindya-Arsjad Sepakat Majukan Kadin Indonesia sebagai Mitra Pemerintah
JAKARTA, Investortrust.id - Anindya Novyan Bakrie (Anin) dan M Arsjad Rasjid PM (Arsjad) sepakat untuk memperkuat persatuan Kadin Indonesia sebagai mitra pemerintah, dengan menghadiri acara "Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia”, Kamis, 16 Januari 2025.
Ketua Kehormatan Kadin Indonesia Rosan P Roeslani pada suratnya tertanggal 14 Januari 2025 menegaskan, acara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan hanya menggelar satu agenda tunggal, yakni pengukuhan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia M Arsjad Rasjid PM untuk masa bakti 2024-2029.
Sumber Investotrust menjelaskan, kesepakatan itu tercapai pada pertemuan hari Selasa, 14 Januari 2025 di sebuah hotel di Jakarta Selatan. Ketua Kehormatan Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menyampaikan pandangan pemerintah tentang dualisme Kadin dan bagaimana sebaiknya Kadin Indonesia ke depan.
Aktivitas Kadin selama empat bulan terakhir sudah menunjukkan dengan sangat jelas arah dukungan pemerintah. Hampir semua menteri, anggota Kabinet Merah-Putih, sudah menghadiri acara Kadin pimpinan Anindya.
Baca Juga
Dihadiri Presiden, Anindya Akan Dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kadin di Munas, Kamis Besok
Dengan demikian, arah dukungan Presiden Prabowo sudah cukup gamblang, yakni Anindya yang menjadi Ketua Umum Kadin dan Arsjad ketua Dewan Pertimbangan Kadin. Pada pertemuan tanggal 14 Januari 2025 itu, Arsjad menyatakan mendukung sikap pemerintah dan menyatakan siap menghadiri “Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia” hari Kamis, 16 Januari 2025, pukul 13.00 WIB di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.
Sejak usai Munas Kadin Indonesia, 14 September 2024, demikian sumber Investortrust, Arsjad sudah bersedia menggantikan posisi Anindya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dan posisi Ketua Umum Kadin diserahkan kepada Anindya. Tapi, karena tidak menghadiri Munas 14 September 2024, ia menghendaki pergantian yang melibatkan dirinya.
Menurut sumber yang sama, Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia adalah jalan keluar terbaik yang bisa diterima oleh pihak Arsjad dan Anindya. Selama ini, Arsjad menginginkan sebuah pergantian ketua umum yang sesuai AD/ART Kadin. Sedangkan pihak Anindya sudah menilai Munaslub 14 September 2024 sudah sesuai AD/ART Kadin dan hukum positif Indonesia.
“Kita lega. Pak Anin sudah rela menempuh lagi musyawarah nasional meski Munaslub tahun lalu sudah sah. Kita juga lega karena Pak Arsjad bersedia mengikuti arahan pemerintah untuk mengikhlaskan posisi ketua umum kepada Anin dan bersedia menjadi ketua Dewan Pertimbangan,” kata sumber itu.
Saat ini, Kadin Indonesia pimpinan Anindya sedang mempersiapkan diri mengadakan kunjungan bisnis ke India memanfaatkan momentum India Republic Day, 26 Januari 2025. Sebelumnya, Anindya dan sejumlah pimpinan Kadin menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davis, Swiss, 20-24 Januari 2025.
Pada acara "Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia” hari Kamis, 16 Januari 2025, Arsjad akan menyampaikan laporan pertanggungjawaban sebagai Ketua Umum Kadin dan laporan itu akan diserahkan kepada Presiden Prabowo.
Surat undangan untuk menghadiri acara "Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia” disampaikan kepada 35 ketua umum Kadin Daerah, ketua umum asosiasi dan gabungan Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia. Sesuai arahan, para anggota Kadin akan hadir dengan mengenakan seragam putih dengan logo Kadin.

