Pasar iPhone 16 di Indonesia Diprediksi Tidak akan Turun
JAKARTA, Investortrust.id - Minat konsumen pada iPhone 16 di Indonesia diprediksi tidak akan menurun. Meski ponsel flagship dari Apple itu masih barang "haram" di Indonesia, namun pengamat merasa hal itu tidak berpengaruh, khususnya bagi para penggemar produk Apple.
Menurut Direktur Ekonomi Digital Centre of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, Indonesia masih menjadi pasar yang cukup potensial bagi Apple di Asia. Ia menilai, meski penjualan iPhone 16 di sini masih molor, hal ini tidak berpengaruh secara signifikan pada pasar ponsel flagship.
Sebaliknya, pengamat ekonomi itu justru memprediksi jika nantinya iPhone 16 sudah mendapatkan izin resmi, penjualannya akan segera meningkat.
"Terkait dengan apakah pasar (iPhone) kembali meningkat ketika dibuka pemblokirannya, saya rasa seharusnya meningkat kembali ketika iPhone 16 sudah dibuka secara legal penjualan di Indonesia," kata Huda kepada investortrust.id, Rabu (8/1/2025).
Baca Juga
Beri Ultimatum, Menperin Agus Ancam Bakal Sanksi Apple Jika Tak Penuhi Komitmen Investasi
"Indonesia masih menjadi salah satu pasar terbesar Apple di Asia. Diperbolehkannya iPhone 16 dijual secara komersil di Indonesia akan meningkatkan animo pasar Apple di Indonesia kembali. Toh, juga sudah banyak masyarakat kita yang beli iPhone 16 dari luar negeri dengan mekanisme IMEI." jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah data lembaga survei pada kuartal ketiga 2024, menunjukan bahwa pasar konsumen Apple di Indonesia hanya mentok di lima besar.
Statista mencatat penjualan Apple sebesar 12,36%, di bawah Vivo (13,2%), Xiaomi (13,62%), Samsung (16,43%), dan Oppo (17,1%). Hal serupa juga terjadi pada data Statcounter yang menempatkan Apple di posisi lima dengan 10,55%, sedangkan Vivo (13,69%), Xiaomi (14,79%), Samsung (17,14%), dan Oppo (18,7%).
Baca Juga
Meski Apple Bangun Pabrik AirTag di Batam, iPhone 16 Tetap Diblokir
Di China pun, penjualan iPhone 16 masih kalah saing dengan merek lokal seperti Vivo dan Huawei. Menurut data yang dirilis oleh firma riset IDC pada akhir Oktober lalu, Apple berhasil balik ke posisi lima besar di pasar smartphone China pada kuartal ketiga tahun lalu. Hal ini didukung oleh peluncuran iPhone 16.
Vivo tetap memimpin dengan pangsa pasar sebesar 18,6%, atau naik dari 15,8% pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, menurut IDC. Apple berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 15,6%, meskipun turun dari 16,1% pada tahun sebelumnya. Sementara merek-merek China seperti Huawei, Xiaomi, dan Honor masing-masing berada di posisi ketiga, keempat, dan kelima. (C-13)

