Pisang Goroho dan Kisah Sukses Rumah BUMN Binaan BRI di Kotamobagu
JAKARTA, investortrust.id – Pernah mendengar nama pisang goroho? Pisang goroho adalah pisang khas Sulawesi Utara yang memiliki rasa unik dan tidak ditemukan di daerah lain. Nilai ekonomi pisang goroho yang menjanjikan telah mendorong PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendirikan Rumah BUMN BRI Kotamobagu.
Hingga saat ini terdapat sekitar 1.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdaftar sebagai binaan Rumah BUMN BRI Kotamobagu. Rumah BUMN sendiri merupakan inisiatif Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya UMKM. Rumah BUMN menjadi pusat literasi dan inkubasi bisnis.
Mayoritas produk UMKM di Kotamobagu berasal dari sektor pangan. Pisang goroho adalah produk unggulannya. Tak mengherankan jika produk andalan Rumah BUMN BRI Kotamobagu itu sempat mejeng di Bazar UMKM BRIliaN yang digelar di Area Taman BRI, Jakarta, 16 Desember tahun silam.
Baca Juga
Rumah BUMN BRI Pekalongan Berhasil Dampingi 1.000 UMKM Naik Kelas
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pemasaran dan menambah pendapatan. Bahkan, BRI mendorong agar mereka naik kelas hingga go global lewat program-program pemberdayaan berkelanjutan.
Rumah BUMN pertama kali didirikan pada 2017. Hingga kini terdapat 54 Rumah BUMN binaan BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu Rumah BUMN yang terus memberdayakan UMKM adalah Rumah BUMN BRI Kotamobagu yang berlokasi di Jalan Veteran, Kotamobagu, Sulawesi Utara.
“Misi Rumah BUMN BRI Kotamobagu adalah membina pelaku UMKM agar naik kelas dan go global,” tutur Rima Istiari, fasilitator Rumah BUMN BRI Kotamobagu.
Rima, pada usianya yang baru akan menginjak 32 tahun, getol menggulirkan program-program Rumah BUMN BRI Kotamobagu, dari mulai pelatihan, bazar, hingga kerja sama dengan BRI guna mempermudah pelaku usaha mengakses layanan keuangan.
Selain itu, Rima aktif berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) lain di daerah untuk mengajak UMKM binaannya menjadi anggota Rumah BUMN BRI Kotamobagu. “Kami pun aktif memublikasikan dan memperkenalkan Rumah BUMN BRI Kotamobagu di media sosial,” ujar dia.
Rumah BUMN juga menyediakan berbagai pelatihan, seperti mindset entrepreneur, manajemen keuangan, dan tips fotografi produk. Salah satu program andalannya adalah rebranding kemasan yang turut membantu para UMKM meningkatkan daya saing produk mereka.
Tak kalah penting, para pelaku UMKM disorong untuk memasarkan produk mereka melalui e-commerce, di antaranya Shopee, Tokopedia, dan platform milik BRI, Localoka.
Program Rumah BUMN memang sangat efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro, bahkan sampai level ultra mikro, untuk tumbuh dan berkembang.
Baca Juga
Cerita Sukses Pelaku Usaha Berkembang Bersama Rumah BUMN Binaan BRI
“Melalui Rumah BUMN, UMKM diberdayakan untuk melek teknologi melalui digitalisasi hingga mampu mengekspor produknya,” kata Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari.
Dari total UMKM terdaftar, sudah 85.933 UMKM yang go digital. Dari jumlah itu, 60.442 di antaranya go online, sedangkan 872 UMKM lainnya sudah go global.
Sektor yang dibina Rumah BUMN BRI antara lain industri kreatif, seperti fashion, food and beverages, accessories and beauty, home décor and craft yang berjumlah 117.001 UMKM. Sisanya sebanyak 314.691 UMKM berasal dari sektor industri lainnya, seperti jasa perdagangan, layanan, pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

