Uma Palak Lestari, Desa Energi Berdikari yang Berkembang dari CSR Pertamina
DENPASAR, Investortrust.id - Preskom Pertamina, Dirut Pertamina, para direksi Pertamina dan anak perusahaan serta para pemimpin redaksi nasional mengunjungi Komunitas Uma Palak Lestari, Kawasan Munduk Uma Palak, Subak Sembung di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara.
Desa ini menjadi istimewa, karena kemampuan warganya lewat binaan dari PT Pertamina (persero), kini mampu menjadikan Uma Palak Lestari sebagai desa mandiri dan mampu berkontribusi secara ekonomi kepada warganya.
Sebelumnya, Desa Uma Palak Lestari merupakan desa yang kerap direpotkan oleh sejumlah persoalan, seperti minimnya ketersediaan energi dan pasokan air, hingga kelangkaan pupuk untuk mendukung pertanian lokal.
PT Pertamina sebagai perusahaan migas pelat merah lewat Pertamina Patra Niaga DPPU Ngurah Rai merasa berkewajiban untuk ikut membantu Komunitas Uma Palak Lestari untuk bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di desa mereka. Sebelum Pertamina Patra Niaga DPPU Ngurah Rai hadir, warga desa ini kerap mengalami kesulitan untuk mengairi sekitar 103 hektare lahan sawah milik mereka. Belum lagi soal tingginya kebutuhan pupuk dan bibit padi tiap tahunnya.
Lewat program dukungan swasembada energi berbasis desa, Pertamina menginovasikan pemanfaatan energi baru terbarukan untuk pertanian dan ekowisata berkelanjutan yang berikutnya dinamakan Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari di Denpasar Utara, Bali.
Di Desa Uma Palak Lestari, Pertamina mengoptimalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), mengembangkan energi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan mikrohidro dengan kapasitas 21 kWp untuk sistem pengairan pertanian, dimana sistem pengairan tersebut juga memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk mengawasi kebutuhan air dimasing-masing lahan pertanian.
Disampaikan seorang warga, Desa Uma Palak Lestari memiliki sejumlah lahan kolam yang berikutnya dikonversi menjadi kolam pemancingan yang bisa dikembangkan untuk kawasan ekowisata. Pada saat itu sebenarnya masyarakat masih kerap mengalami persoalan pengairan untuk pertanian. Kendati sudah ada sistem pengairan Subak, namun pada saat musim kemarau itu kesulitan pengairan masih dialami oleh warga yang letak sawahnya jauh dari kelompok Subak, dari sumber mata air. Persoalan pengairan ini pun kerap menghasilkan konflik sosial di masyarakat.
Berikutnya dikembangkan sistem pembangkit listrik tenaga surya dan mikro hidro, yang mampu menghidupkan pompa dan menyalurkan air ke lokasi terjauh.
Sementara itu dari hasil pengembangan pembangkit energi terbarukan seperti PLTS dan mikrohidro, masyarakat setempat mampu menghemat pengeluaran daya listrik sekitar Rp44 juta. “Sehingga penghematan daya listrik ini bisa dialihkan untuk usaha ekonomi masyarakat atau usaha pertanian,” kata Made, seorang Local Hero pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari, Sabtu (14/12/2024).
Sistem irigasi yang digerakkan dengan energi terbarukan mampu mengairi 103 hektar lahan sawah milik masyarakat secara berkelanjutan. Hasilnya, produksi padi meningkat dari sebelumnya 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektar per tahun. Peningkatan produksi ini berperan penting dalam mewujudkan swasembada pangan untuk masyarakat.
Di sisi lain, Uma Palak Lestari telah memberikan kontribusi dalam pengurangan emisi sebesar 27,3 ton Co2 equivalent per tahun.
Pada tahun 2023, Pertamina Patra Niaga DPPU Ngurah Rai juga memberikan edukasi soal penggunaan pupuk organik untuk varietas padi yang ada di desa, termasuk perlatihan manajemen pertanian.
Tercatat seluas 5 hektere lahan pertanian telah menggunakan pupuk organik, yang hasil penjualan padinya mampu mencetak omzet sebesar Rp476 juta per tahun.
Satu hal lagi yang patut diacungi jempol, sistem pengairan atau irigasi sawah di Uma Palak Lestari telah dilengkapi dengan teknologi terbaru Internet of Things. Dengan menerapkan sensor kelembaban pada sejumlah lahan, maka secara otomatis sawah akan dialiri air begitu tanah di sawah tersebut mengalami kekurangan pasokan air.
Berikutnya untuk membangin program ekowisata di desa tersebut, Pertamina Patra Niaga bersama kelompok masyarakat membangun ruang terbuka hijau dan juga jogging track untuk melengkapi camping ground bagi para wisatawan. Tak cuma camping ground, sejumlah cafe di rest area juga dibangun sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan peningkatan ekonomi masyarakat.
Dengan pengembangan desa Uma Palak Lestari menjadi kawasan wisata, desa ini telah mampu mendatangkan sekitar 72 ribu wisatawan per tahun, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Desa ini pun akhirnya menjadi tempat pembelajaran bagi para siswa, mahasiswa, maupun masyarakat di luar desa Uma Palak Lestari yang ingin mendapatkan ilmu terkait pengembangan desa wisata maupun pengembangan energi baru terbarukan.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule, serta Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso.
Disampaikan Fadjar Djoko Santoso, pada kegiatan kunjungan Desa Energi Berdikari ini, Dirut Pertamina beserta jajaran dan Komisaris Utama melakukan penanaman sayur-mayur, untuk mendukung swasembada pangan.
“Program ini juga bagian dukungan Pertamina terhadap sektor pertanian pangan berkelanjutan karena pupuk yang digunakan untuk pertanian ini menggunakan pupuk organik," terang Fadjar.
Menurut Fadjar, Desa Energi Berdikari Pertamina di Uma Palak Lestari Bali, berdampak langsung kepada masyarakat lokal sekaligus ekosistem pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. "Secara nasional Pertamina mengembangkan 149 program desa energi berdikari yang berkontribusi menurunkan emisi 729 ribu ton C02 equivalent per tahun," pungkas Fadjar.

