PHRI Berminat Akuisisi Hotel Milik BUMN, Tapi...
JAKARTA, investortrust.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan minat mereka untuk mengakuisisi hotel-hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Diketahui, pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka berencana menjual hotel-hotel milik BUMN. Prabowo pernah menyampaikan, keberadaan hotel-hotel BUMN tidak strategis.
Dia menerangkan, dulunya setiap BUMN memang memiliki hotel, tetapi kini sudah dikonsolidasikan di bawah satu payung yakni PT Hotel Indonesia Natour. Sehingga, keberadaan hotel-hotel tersebut bukan sesuatu yang signifikan.
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menanggapi positif rencana tersebut. Ia menyebutkan, hingga kini asosiasi masih menunggu eksekusi rencana Presiden ke-8 RI tersebut.
''Kami pada prinsipnya hanya menunggu saja. Apakah akan dieksekusi?" kata Hariyadi saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Baca Juga
PHRI Ramal Okupansi Hotel Turun 10% pada Libur Nataru, gara-gara Judol?
Jika memang akan dieksekusi, menurut Hariyadi, sebagian anggota PHRI berminat untuk mengakuisisi maupun membeli aset tersebut. PHRI menyatakan, hal tersebut juga membantu pemerintah untuk melihat aset yang dinilai tidak sesuai dengan core usaha BUMN terkait.
Hariyadi menyampaikan, bila hotel-hotel milik BUMN tersebut dijual, maka anggota PHRI akan mengakuisisi sepanjang didukung oleh perbankan.
"Selama perbankan mendukung, sebagian dari anggota kamu berminat membeli. Seharusnya perbankan akan lebih mendukung mengingat ini adalah aset yang sudah ada, atau sudah jadi," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Satgas Perumahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, Presiden ke-8 RI berencana menjual hotel-hotel milik BUMN.
Demikian disampaikannya dalam acara Future of Indonesia Dialogue, yang diselenggarakan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Sabtu (31/8/2024) lalu.
"Hotel-hotel pemerintah (BUMN), itu Prabowo sudah sampaikan, itu mungkin dijual," katanya.
Pada Maret 2024, Prabowo menilai BUMN tak perlu terjun ke sektor perhotelan. Menurutnya, swasta yang harus lebih dominan menggarap sektor tersebut.
''Kita harus mengarahkan sektor swasta untuk lebih dominan. Jika mungkin, kita tidak perlu lagi hotel BUMN menurut saya. Bagaimana Erick Thohir? Saya meminta saran Anda," ucap Prabowo di acara Mandiri Investment Forum 2024 pada 5 Maret 2024 lalu.
Prabowo menjelaskan, sektor swasta perlu diberikan peluang yang lebih luas. Karena itu, perlu adanya program rasionalisasi hingga privatisasi BUMN.
Prabowo berpendapat, BUMN sebagai perusahaan milik pemerintah hanya sebagai pelopor lalu diteruskan oleh perusahaan swasta.

