Raksasa Tekstil Taiwan Formosa Taffeta Ingin Masuk ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan 15 investor di bidang tekstil menjajaki investasi di pasar Indonesia. Salah satu perusahaan yang ikut dalam penjajakan tersebut adalah Formosa Taffeta Co., Ltd.
“Mereka punya grup besar, misalnya Formosa Group itu besar. Jadi mereka big company, mereka punya own strategy,” kata Airlangga, di kantornya, Jakarta, Jumat (1/11/2024).
Formosa Taffeta merupakan perusahaan yang didirikan di pinggiran Douliu, Yunlin. Perusahaan ini terdaftar dan didirikan bersama oleh Formosa Chemical & Fiber Corporation, anggota Formosa Plastics Group (FPG), dan beberapa industrialis pada 19 April 1973. Pada Januari 1979 perusahaan ini berganti nama menjadi Formosa Taffeta Co., Ltd., dan listing di bursa saham Taiwan pada Desember 1985 dengan total modal NT$16,84 miliar atau setara Rp 8,3 triliun.
Perusahaan ini mendapatkan pijakan di industri tekstil dengan spesialisasinya dalam teknik midstream, seperti penenunan filamen, pewarnaan, pencetakan, dan penyelesaian.
Baca Juga
15 Investor Tekstil Taiwan Ingin Relokasi Pabrik ke Indonesia, Ini Syaratnya
Seperti diberitakan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu 15 investor yang tergabung dalam Taiwan Textile Federation. Airlangga mengatakan beberapa perusahaan yang akan berinvestasi ke Indonesia memiliki sistem terintegrasi dari benang, kain, tenun, pewarnaan kain, hingga garmen.
Dalam pertemuan yang berlangsung antara Airlangga dan para pelaku industri tersebut, tak disinggung soal sistem ketenagakerjaan. Disampaikan Airlangga, para investor lebih mencermati sisi energi bersih.
“Mereka concern tentu bahwa energi yang mereka dapat adalah energi bersih, karena itu akan menjadi premi kepada pasar,” kata Airlangga.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Susanto mengatakan masuknya investor tekstil asal Taiwan akan menggandeng perusahaan lokal. Dia memastikan Taiwan Textile Federation dan API akan berkolaborasi.
Baca Juga
Wow, 15 Investor Tekstil Asing akan Relokasi dari Cina ke Indonesia
“Jadi mempertemukan industry player dengan industry player yang lain, dan berkolaborasi,” kata Anne.
Anne mengatakan para investor telah diarahkan untuk mengakses kawasan industri oleh pemerintah. Dia menyebut pemerintah juga memberikan jaminan dari sisi perizinan dan kepastian hukum.
“Karena yang dicari bukan murah oleh Taiwan, tapi lebih ke arah harga yang sama baik untuk industri berat maupun industri tekstil,” ujar dia.
Anne yakin kebutuhan energi hijau yang diminta investor tekstil asal Taiwan tercukupi karena energi bersih telah banyak dihasilkan di Pulau Jawa.
“Jadi akses untuk green dan renewable energy sudah cukup tersedia dan harga listriknya juga cukup kompetitif dibanding negara lain,” ucap dia.

