Menhub Budi Sebut Stasiun Gunung Putri Akan Beroperasi Kembali di 2027, Tapi...
DEPOK, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan, reaktivasi atau pengoperasian kembali Stasiun Gunung Putri akan digenjot hingga tiga tahun mendatang atau pada tahun 2027.
''(Stasiun) Gunung Putri sedang kita studi karena berkaitan dengan pembebasan tanah. Pembebasan tanah itu kita harus pastikan bisa dibebaskan, paling kita juga akan menganggarkan karena biaya untuk rel juga tidak murah. Dan kita upayakan dalam pemerintahan yang akan datang, sekitar 2-3 tahun yang akan datang bisa terlaksana,'' ungkap Budi Karya di Stasiun Pondok Rajeg, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2024).
Terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Risal Wasal menambahkan, Detail Engineering Design (DED) untuk stasiun ini sedang berlangsung dan anggarannya diprediksi melebihi revitalisasi Stasiun Pondok Rajeg.
Baca Juga
Revitalisasi Rampung, Stasiun Pondok Rajeg Resmi Beroperasi Kembali
''Mungkin lebih dari Rp 27 miliar, karena ada dua jembatan yang harus diangkat. Jadi itu proses ada dua pekerjaan nanti, ada pekerjaan jembatan, ada pekerjaan treknya sendiri,'' jelas dia.
Stasiun Gunung Putri di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor berada di antara Stasiun Nambo dan Cibinong, saat ini masih nonaktif dan direncanakan akan dioperasikan kembali untuk meningkatkan konektivitas antarmoda di daerah Jabodetabek.
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub sudah melaksanakan studi Detail Enginering Design (DED) Tahun 2022, kemudian ditentukan anggaran yang dibutuhkan untuk reaktivasi ini sebesar Rp 112 miliar untuk proses pengangkatan jembatan dan pekerjaan trek atau rel kereta api.

