Program Hulunisasi hingga Regulasi yang Kuat Jadi Faktor Suksesnya Hilirisasi Sawit
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia membutuhkan strategi yang tepat agar dapat meningkatkan posisi tawar di pasar global dan mendukung hilirisasi industri sawit.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Periode 2015-2023, Joko Supriyono mengatakan, salah satu hal yang bisa menyukseskan program hilirisasi kelapa sawit ke depan tentunya harus didukung dengan program hulunisasi.
Program hulunisasi sendiri yakni membangun proyek-proyek industri yang akan menghasilkan bahan baku atau bahan antara di pendalaman struktur industri.
Baca Juga
Dirut OASA Tegaskan Pentingnya Hilirisasi Sawit agar Indonesia Jadi Negara Maju
“Karena apa? Karena Indonesia punya roadmap tahun 2045 itu memproduksi 100 juta ton, saya nggak tau ngitungnya gimana. Karena sebenarnya kita di sektor produksi, di hulu itu keteteran dalam meningkatkan produksi dan tingkat produktivitas,” kata Joko dalam acara Peluncuran Buku Hilirisasi Sawit: Cegah Middle Income Trap, yang ditulis oleh Managing Director Sinarmas Group Saleh Husin di Jakarta, Rabu, (9/10/2024).
Lebih lanjut, Joko bilang bahwasannya untuk mengganti tanaman dengan produktifitas yang lebih tinggi itu tidaklah mudah, dan perlu effort lebih. “Yang menjadi critical point sekarang adalah kita harus meningkatkan produksi dan produktivitas,” sambungnya.
Joko sampaikan harapannya, ke depan hilirisasi sudah bisa didukung oleh ekosistem industri. “Kalau enggak nanti kita hilirisasi tapi bahan bakunya malah impor, itu celaka sih, nggak boleh terjadi. Jadi kita sekarang harus membalance ini bahwa hilirisasi kita ke depan harus disupport dengan usaha yang lebih serius,” tandas Joko.
Baca Juga
Buku ‘Hilirisasi Sawit Cegah Middle Income-Trap’ Dirilis, Ini Pentingnya Sawit Bagi Indonesia
Dalam kesempatan yang sama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Firman Subagyo melihat Indonesia masih membutuhkan dukungan regulasi yang bisa mendukung terealisasinya hilirisasi sawit.
Firman juga menyampaikan pentingnya regulasi yang menyediakan perlindungan bagi komunitas sektor perkebunan. “Alhamdulillah kami sudah menyusun walaupun tantangannya luar biasa, saya berterima kasih kepada teman-teman yang aktif di perkebunan, bisa merubah mindset teman-teman di badan legislasi,” terang Firman.

