IBM Siapkan Kerja Sama Adopsi AI, Pendapatan Public Cloud di Indonesia Rp 21,7 Triliun
JAKARTA, investortrust.id –– Perusahaan komputer raksasa Amerika Serikat, IBM, menyiapkan kerja sama untuk adopsi artificial intelligence (AI), baik dengan pemerintah, korporasi, maupun lembaga masyarakat di Indonesia. Teknologi AI yang meningkatkan produktivitas, efisiensi, maupun keamanan data ini semakin berkembang melalui kehadiran Generative AI, yakni penggunaan AI dengan algoritme pembelajaran tanpa pengawasan untuk membuat gambar digital, video, audio, teks, ataupun kode baru. Bersamaan dengan itu, pengembangan teknologi hybrid cloud -- yang merupakan kombinasi antara onpremise data centers dan public clouds -- memberikan pengguna fleksibilitas pemanfaatan fitur hybrid cloud secara optimal untuk pemanfaatan AI maupun yang lain.
“Untuk global, estimasi nilai penggunaan layanan cloud computing di tahun 2023 melalui pemanfaatan beragam teknologi baru seperti generative AI US$ 600 miliar. Sedangkan perkiraan pendapatan public cloud di Indonesia tahun 2023 dengan infrastructure as a service sebagai segmen terbesar sekitar US$ 1,43 miliar atau Rp 21,74 triliun,” kata Staf Ahli Bidang Teknologi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Mochamad Hadiyana, dalam acara “IBM Think Experience & Tech Summit 2023” di Jakarta, pada 10 Agustus.
Dalam pertemuan bertema “Making Generative AI Real for Business” itu, hadir pula Presiden Direktur IBM Indonesia Roy Kosasih dan para eksekutif yang lain. Selain itu, para pakar industri dan pejabat pemerintah. IBM, perusahaan tercatat di Bursa Efek New York, juga menghadirkan berbagai penawaran terbaru, termasuk AI untuk bisnis yang siap pakai dan platform data guna mendukung transformasi digital berbasis AI di Indonesia.
"Pemerintah Indonesia telah merumuskan peta jalan untuk mencapai dan memungkinkan transformasi digital secara menyeluruh, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung visi ini, infrastruktur digital yang kuat dan adopsi teknologi digital, seperti otomatisasi dan analitik, akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Organisasi di pemerintahan maupun swasta perlu mempertimbangkan secara mendalam untuk menerapkan AI di seluruh alur kerja, proses bisnis, dan operasional mereka," tandas Roy Kosasih.
Mendorong Keuntungan
Menurut studi CEO global yang dilakukan IBM Institute for Business Value (IBV), sebanyak 75% CEO yang disurvei percaya bahwa perusahaan yang dilengkapi dengan AI generatif termutakhir akan menghasilkan keuntungan yang signifikan. Sejumlah besar CEO (43%) telah menerapkan AI generatif untuk menginformasikan keputusan strategis, 36% menggunakannya untuk keputusan operasional, dan 50% memadukannya ke dalam produk dan layanannya.
Lebih lanjut, Roy mengatakan, adopsi AI juga mendukung transparansi dan memperkuat kepercayaan. “IBM berusaha keras untuk memberdayakan pemerintah dan bisnis dengan platform AI watsonx yang canggih, untuk mendorong pertumbuhan dan daya saing di masa yang penuh perubahan ini. Mewujudkan AI secara nyata untuk bisnis di Indonesia, watsonx menyediakan akses layanan mandiri dan semua yang dibutuhkan bisnis, seperti perangkat, teknologi, infrastruktur, dan pakar konsultasi dalam skala besar di satu tempat,” paparnya.
Watsonx, lanjut dia, hadir dengan kontrol kualitas yang dibangun untuk memastikan keterpercayaan bersama perangkat-perangkat yang memungkinkan bisnis untuk menggunakan data mereka sendiri dengan aman, sekaligus dapat beradaptasi secara fleksibel dengan lingkungan hukum dan peraturan yang terus berubah.
Menurut Roy, model-model dalam watsonx memastikan akurasi dan mencegah pembuatan informasi palsu. Selain itu, fitur keamanan dan otomatisasi platform ini memungkinkan para data scientists dan pengembang menggunakan data perusahaan yang diatur untuk melatih model fondasi sekaligus menangani kepatuhan dan keamanan di seluruh ekosistem data.
“Platform ini terdiri dari studio watsonx.ai untuk model fondasi baru, AI generatif, dan machine learning (sudah tersedia); penyimpanan data watsonx.data yang dibangun di atas arsitektur lakehouse terbuka (tersedia sekarang), dan perangkat watsonx.governance untuk membantu memungkinkan alur kerja AI dibangun dengan tanggung jawab, transparansi, dan kejelasan (segera hadir),” imbuhnya.
Perkuat Sektor Energi
IBM juga mengumumkan bahwa PLN Icon Plus, anak perusahaan BUMN Perusahaan Listrik Negara (PLN), telah memanfaatkan IBM Maximo Application. Perusahaan pelat merah ini memanfaatkan solusi AI yang inovatif karena percaya dapat menjadi kunci dalam meningkatkan keandalan operasinya, termasuk untuk mendukung komitmen dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, CEO PLN Icon Plus Ari Rahmat Indra Cahyadi mengatakan, pihaknya memanfaatkan kekuatan transformatif AI untuk meningkatkan sistem pembangkit dan distribusi listrik, sambil tetap berkomitmen pada tujuan keberlanjutan. “Kami yakin pemanfaatan AI akan mendukung dalam mendorong perubahan positif, sebagai bagian dari fokus kami terhadap praktik keberlanjutan untuk masa depan yang lebih cerah," paparnya.

