40 Entrepreneur Muda Pamerkan Produk Unik di Tokyo
TOKYO, investortrust.id – Sebanyak 40 wirausahawan (entrepreneur) muda pelaku usaha kecil menengah (UKM) Indonesia memamerkan produk uniknya di Tokyo, sebagai upaya menembus pasar Jepang yang selama ini sulit dikenal sulit. Lewat pameran program House of Handicraft Indonesia di Tokyo, (HHT), mereka berjuang memasarkan handicraft Indonesia ke pasar Internasional lewat Negeri Matahari Terbit tersebut.
“Saya jadi semangat berbisnis saat ini untuk pasar internasional setelah ikut serta pameran HHT ini, karena bisa mengibarkan brand-brand yang kita ciptakan di panggung pasar internasional,” papar Maria Caecillia Nurcahya, Direktur Canela Home Decorative kepada pers di Tokyo, Rabu (25/9/2024).
Maria, salah satu peserta HHT menuturkan, pameran ini menjadi ajang penting dan berarti untuk memperkenalkan produk ekspor Indonesia lewat jalur internasional di Tokyo, sebagai hub pasar ekspor global.
“Selama ini Jepang mempunyai standar produk yang setara dengan kawasan Eropa Barat, sehingga para pejuang UKM Indonesia tidak mudah. Lewat kerja sama dengan NGO dan pemerintah semua dapat dilalui degan lancar. Ini merupakan kepercayaan tinggi terhadap kami melalui Jepang, sehingga kita bisa lebih mulus lagi berbisnis ke berbagai penjuru dunia,” ujar Maria.
Richard Susilo, CEO Office Promosi ltd Tokyo Jepang yang memfasilitasi pameran ini menyebut, pihaknya ingin menjadikan Jepang sebagai basis pemasaran internasional untuk mengangkat nama Indonesia dengan produk Made in Indonesia yang bisa dibanggakan.
Richart berharap, para UKM Indonesia terutama entrepreneur muda dapat lebih sukses lagi dalam upayanya memasarkan produk Made Indonesia di Jepang untuk masa-masa mendatang. “Kita memang rencanakan dengan baik dan teliti serta menyesuaikan diri dengan situasi lingkungan bisnis yang ada di Jepang, sehingga produk Indonesia dapat diterima dengan baik,” ungkap Richard Susilo.
HHT merupakan kantor bersama para UKM Indonesia di Tokyo yang mendapatkan dukungan penuh dari pihak KBRI Tokyo. Sejauh ini banyak peminat untuk bergabung di HHT dan mendapat respons baik dari masyarakat Jepang. HHT bukan sekadar wadah untuk transaksi dagang, tapi juga dimanfaatkan untuk lokakarya, seminar, dan pelatihan peningkatan kualitas UKM Indonesia.

