Affiliate Marketing Marak, 59% Orang Pernah Beli Produk dari Promosi Afiliator
JAKARTA, investortrust.id - Metode pemasaran afiliasi atau affiliate marketing kian menjamur seiring dengan meningkatnya tren belanja daring (online) di Indonesia. Tren ini memikat banyak orang berkat peluang untuk menambah penghasilan secara fleksibel dan minim modal.
Berdasarkan hasil riset bertajuk "Affiliate Insights: Maximizing Success in the Digital Marketplace" dari lembaga riset Populix, pemasaran afiliasi cukup efektif dalam mendorong penjualan, dengan 59% responden mengaku pernah membeli barang-barang yang dijajakan dalam program afiliasi.
VP of Research Populix Indah Tanip menyampaikan bahwa produk pakaian, peralatan elektronik, perhiasan, produk-produk kecantikan dan kesehatan, serta makanan dan minuman menjadi kategori-kategori utama yang dibeli melalui program afiliasi.
Baca Juga
Triniti Land (TRIN) Catat Marketing Revenue Rp 1,1 Triliun hingga Agustus 2024
“Hal ini mencerminkan perubahan tren konsumen di era digital, di mana rekomendasi produk dari afiliator berperan penting dalam keputusan pembelian. Kami berharap laporan ini dapat membantu para pelaku bisnis memahami peluang yang ada dan memaksimalkan strategi pemasaran digital mereka,” ujar Indah dalam acara E-Commerce Expo 2025 yang diadakan oleh SIRCLO dan idEA di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (25/9/2024).
Hasil riset Populix menunjukkan jangkauan dan efektivitas kampanye afiliasi yang luas, dengan mayoritas responden yang hampir setiap hari terpapar promosi produk atau layanan yang diiklankan oleh afiliator ketika sedang beraktivitas online.
Salah satu daya tarik dari program afiliasi ini adalah ulasan positif dari afiliator yang menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian konsumen yang terpapar. Namun demikian, kurang dari 40% konsumen yang sepenuhnya mempercayai rekomendasi produk atau layanan dari program afiliasi.
“Banyak dari responden yang memilih bersikap netral terhadap rekomendasi produk dari afiliator, hal ini menunjukkan pentingnya melakukan kurasi afiliator yang sesuai dengan audiens. Selain itu, para afiliator juga perlu membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata para calon konsumen untuk dapat menjalankan peran mereka secara lebih efektif dan mendapatkan penghasilan yang maksimal,” Indah menambahkan.
Baca Juga
Perilaku Konsumen Berubah, Pebisnis UMKM Diminta Lakukan Digitalisasi
Di sisi lain, riset ini juga mengungkapkan bahwa 2 dari 5 individu mengaku terlibat sebagai afiliator dan jumlah ini diprediksi akan meningkat. Tren affiliate marketing memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki kecakapan digital, semangat kewirausahaan, atau yang sedang mencari sumber penghasilan alternatif.
Sebanyak 8 dari 10 non-afiliator menunjukkan minat untuk bergabung dengan program afiliasi di masa mendatang, khususnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan, meskipun banyak yang berpendapat bahwa penghasilan tersebut mungkin tidak terlalu besar.
Di antara para responden yang sudah terlibat sebagai afiliator, sebanyak 68% menyatakan kepuasan terhadap program afiliasi yang mereka ikuti, dan produk yang mereka promosikan melalui program afiliasi ini. Hal ini menunjukkan bahwa program afiliasi tersebut berhasil memenuhi ekspektasi dan kebutuhan afiliator, serta mereka pun percaya dengan kualitas dan nilai produk yang mereka promosikan.

