Novonesis Tawarkan Solusi Terbaik Menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Indonesia memiliki target ambisius, yakni menjadi Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045, tepat di usianya ke-100 tahun sejak merdeka pada 17 Agustus 1945.
Novonesis, perusahaan biosolutions global, menawarkan solusi terbaik dalam mendorong industri agrikultur atau sektor pertanian di Tanah Air melalui produk unggulannya.
Vice President of Planetary Health Biosolutions APAC, Novonesis, Xiaofeng Ye mengatakan, pihaknya memiliki biosolutions atau solusi biologis yang dapat menggantikan pupuk kimia agar lahan pertanian tetap bisa sehat dan berkembang secara berkelanjutan.
“Kami memiliki biosolutions yang berbeda-beda yang bisa digunakan untuk menggantikan pupuk dan membantu tanam-tanaman untuk berkembang lebih baik serta lebih kuat,” katanya saat ditemui di booth Novonesis di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Baca Juga
Mentan Amran Optimistis Merauke Jadi Lumbung Pangan Dunia, Ini Upaya yang Dilakukan
Ia juga mengklaim, solusi biologis ini dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2). “Kita bahkan bisa mengurangi emisi karbon pada saat yang sama, serta bisa meningkatkan produktivitas di seluruh proses hulunya,” ujar Xiaofeng.
Perlu diketahui, Novonesis merupakan perusahaan Biosolutions Global dengan pengalaman lebih dari 100 tahun dan baru saja secara resmi pada Januari 2024 terbentuk dengan penggabungan dari Novozymes dan Chr. Hansen yang berbasis di Denmark, Eropa Utara.
Xiaofeng turut memaparkan, solusi biologis dari Novonesis memiliki omset sebesar EU€ 40 miliar atau Rp 682,77 triliun (Kurs 17.069/EU€).
“Secara global, kami memiliki turnover (omset) sekitar EU€ 40 miliar dan kami alokasikan 10% penjualan produk kami ke research and development (R&D) secara berkelanjutan tiap tahunnya,” paparnya.
Baca Juga
Mentan Sebut Indonesia Harus Bersiap Jadi Lumbung Pangan Dunia, Apa Maksudnya?
Tak hanya itu, dia melihat potensi pasar yang cukup besar di Indonesia dalam pengembangan produk dari solusi biologis ini.
“Negara ini juga memiliki populasi yang luar biasa dengan sumber daya agraria yang cukup banyak. Kita merasa biosolutions ini memiliki kecocokan dengan sektor agraria dalam hal meningkatkan yield, menggantikan pupuk kimia, serta untuk menghasilkan hasil panen yang lebih banyak,” imbuh Xiaofeng.
Pada sektor pertanian, solusi biologis dari Novonesis memanfaatkan enzim dan mikroorganisme khusus yakni probiotik. Alhasil, lanjut Xiaofeng, akan menyokong produktivitas pangan di Indonesia.
“Kami membantu petani untuk meningkatkan hasil panen tanaman pangan seperti beras, jagung, cabai, dan lainnya, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Hal ini dicapai melalui pemanfaatan biostimulant dan biofertilizer yang terbuat dari mikroorganisme khusus yang terbukti dapat meningkatkan kemampuan tanaman menyerap nutrisi dari tanah,” jelasnya.
Adapun, Novonesis akan berkomitmen untuk berinvestasi secara bertahap di Indonesia, bahkan perusahaan sudah mulai mengkomersialisasi produknya di Jakarta, khususnya pada gelaran Food Ingredients (FI) Asia Indonesia 2024 di JIExpo Kemayoran yang dimulai sejak Rabu (4/9/2024) hingga Jumat (6/9/2024).
“Kita akan berinvestasi di mana saja kita melihat perkembangan. Kita akan terus berinvestasi dan berkomitmen di Indonesia,” tandas Xiaofeng.

