Wamenkominfo Sebut Strategi Ini bisa Jadikan Indonesia sebagai Episentrum Teknologi AI Regional
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menyatakan kolaborasi menjadi kunci untuk mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Nezar, kolaborasi dan kerja sama pemangku kepentingan akan dapat menjadikan Indonesia sebagai episentrum pengembangan AI di kawasan regional Asia Tenggara.
“Kolaborasi antara semua stakeholders sangat diperlukan untuk mendorong inovasi di bidang AI. Kita perlu dukungan yang konkret untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat inovasi. Dengan harapan Indonesia akan menjadi epicentrum pengembangan AI di regional,” ungkapnya dalam 4th AI Innovation Summit yang digelar di Hall D1 Jakarta International Expo (JIEXPO), dikutip dari keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga
Artificial Intelligence Institute Segera Diluncurkan di Jakarta
Melalui kolaborasi, Nezar meyakini Indonesia akan dapat mengembangkan kebijakan dan inisiatif untuk memanfaatkan potensi teknologi AI secara optimal. Sambil memastikan manfaatnya tersebar secara adil di seluruh masyarakat.
“Mari kita terus gemakan kolaborasi dan merajut kerja sama untuk memperkaya inovasi generasi muda Indonesia dalam bidang AI,” tegasnya.
Menurut Wamenkominfo, di tingkat regional, ASEAN telah memperkenalkan ASEAN Guide on AI Governance and Ethics. Panduan itu memberi arah organisasi dan pemerintahan di kawasan ASEAN mengenai cara merancang, mengembangkan, dan menerapkan sistem AI secara bertanggung jawab.
“Dengan mengedepankan tiga prinsip utama yaitu fairness and equity, transparency and explainability, serta human centricity. Prinsip-prinsip ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan AI yang adil, transparan, dan berfokus pada kesejahteraan manusia. Dengan mengutamakan prinsip-prinsip tersebut, diharapkan penggunaan AI dapat dilakukan secara akuntabel tanpa diskriminasi,” paparnya.
Baca Juga
Tingkatkan Produktivitas, Indosat (ISAT) Pakai Asisten AI Buatan Microsoft
Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap Tata Kelola AI yang inklusif melalui penerbitan Surat Edaran Etika Kecerdasan Artifisial. Prinsip kesetaraan, keadilan, dan perdamaian, serta aksesibilitas untuk setiap pengguna dan penghormatan terhadap hak asasi manusia menjadi inti dari surat edaran itu.
“Surat Edaran ini berisi panduan mengenai prinsip dan norma etis dalam pengembangan dan penggunaan teknologi AI, dengan menekankan nilai inklusivitas, transparansi, kemanusiaan, dan keamanan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini, diharapkan AI dapat memberikan manfaat yang merata dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Nezar.
Wamenkominfo juga meyakini kebijakan yang baik akan mendukung pengembangan AI yang lebih adil dan bermanfaat. Oleh karena itu, menurutnya, kebijakan tata kelola AI yang inklusif memerlukan kerangka yang solid dan berkelanjutan. Dengan penerapan kebijakan tata kelola AI yang inklusif, akan dapat memastikan AI memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat.
“Ada beberapa kerangka kebijakan AI yang perlu diperhatikan untuk menciptakan tata kelola yang inklusif. Baik di tingkat global, regional, maupun nasional. Kerangka ini penting agar teknologi AI dapat berkembang dengan cara yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

