Supply Chain and National Capacity Summit 2024 Hasilkan Transaksi hingga Rp 25 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto membuka agenda Supply Chain and National Capacity Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (14/8/2024).
Dwi Soetjipto menyampaikan, gelaran rutin yang sudah dilaksanakan sembilan tahun ini diharapkan dapat memperkuat National Capacity Building. Dwi juga mengungkapkan gelaran kali ini berkontribusi menghasilkan berbagai transaksi yang menyentuh hingga US$ 1,7 miliar atau hampir setara Rp 25 triliun.
"Dan kita lihat tadi beberapa transaksi signing terhadap MoU GSA, PPJPK, perjanjian jual beli gas, maupun beberapa kontrak-kontrak peralatan yang cukup lumayan," ungkap Dwi dalam acara Supply Chain and National Capacity Summit 2024, Rabu (14/8/2024).
Baca Juga
PNBP Migas Turun, Dwi Soetjipto Singgung Kebijakan Hilirisasi
Acara yang mengusung tema 'Navigating Long Term Plan Through Integrated Supply Chain for National Capacity Building' ini diselenggarakan mulai hari ini (14/8/2024) hingga 16 Agustus 2024 mendatang dengan menghadirkan para pemangku kepentingan utama, termasuk pembuat kebijakan sektor hulu migas.
Sementara itu, Arifin Tasrif menyebutkan, agenda ini akan membahas isu penting dan strategis bagi industri migas serta masa depan bangsa, mengingat penguatan rantai pasok hulu migas melalui pengembangan kapasitas nasional merupakan landasan keberhasilan industri migas.
"Kita harus memastikan bahwa rantai pasokan kita tidak hanya tangguh dalam menghadapi ketidakpastian namun juga cukup fleksibel untuk beradaptasi terhadap perubahan pasar global dan kebutuhan domestik," ujar Arifin.
Baca Juga
Menteri ESDM Sebut Pentingnya Rantai Pasok Sebagai Fondasi Industri Migas
Lebih lanjut Arifin menyampaikan beberapa aspek yang perlu menjadi pertimbangan untuk mencapai tujuan di atas, di antaranya adaptasi teknologi modern, peningkatan kapasitas nasional, mendorong kolaborasi, serta melakukan inovasi dan penelitian.
"Penelitian dan pengembangan bersama akan membantu terciptanya solusi inovatif untuk mengatasi tantangan dan meraih peluang baru. Inovasi adalah kunci untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar global," terangnya.

