Meski Konflik Global Meningkat hingga AS Terancam Resesi, Pemerintah Pede Ekspor Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis bahwa nilai ekspor Indonesia masih stabil dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, meskipun terjadi konflik global.
Ekspor tetap perkasa, meskipun terjadi peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel. Kemudian juga terjadi pelemahan perekonomian di Amerika Serikat, dan terancam mengalami resesi.
Baca Juga
Perkuat Industri Baterai EV, Indonesia Sasar Afrika sebagai Pasar Ekspor
“Ya, kalau lihat data, ekspor sebenarnya kita masih stabil ya. Masih (sesuai target ekspor),” ucap Sekretaris BKPerdag, Ari Satria saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024).
Meskipun periode 2024 tersisa 4-5 bulan lagi, Ari menilai, pertumbuhan ekspor diprediksi tak akan berdampak signifikan akibat gejolak global. Ia pun berharap pemerintahan yang baru bisa meyusun strategi untuk meningkatkan ekspor.
“Tapi yang justru yang akan perlu dicermati adalah nanti pemerintahan baru kita ini, 2025, dan bagaimana pemerintahan baru bisa menyusun strategi yang lebih tepat untuk peningkatan ekspor,” ungkapnya.
Baca Juga
Apalagi, menurutnya, pertumbuhan ekonomi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) masih di atas angka 5%. Sehingga, ia meyakini nilai ekspor di dalam negeri masih bisa meningkat dan bertumbuh.
“Jadi saya rasa masih kita pertahankan. Kita enggak tahu kalau pemerintahan baru kan sangat berambisi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita ya,” tandas Ari.
Diketahui, BPS mencatat nilai ekspor RI pada periode Juni 2024 mencapai US$ 20,84 miliar. Capaian angka tersebut menurun sebesar 6,65% secara bulanan atau month to month (mtm) dibandingkan dengan Mei 2024, yakni sebesar US$ 22,33.

