Pelindo Berpeluang Jadi Operator Ke-5 Terbesar di Dunia, Asalkan...
JAKARTA, investortrust.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/Pelindo berpeluang menjadi operator kontainer terbesar ke-5 di dunia, asalkan terus menempuh berbagai langkah perbaikan.
"Kami sebagai pemegang saham, ingin Pelindo menjadi BUMN yang kompetitif sehat, dan bisa bersaing secara global,” kata Asisten Deputi Bidang Jasa Logistik Kementerian BUMN, Desty Arlaini pada acara Pelindo Voice of Stakeholders di Jakarta, Rabu (27/09/2023).
Desty menjelaskan, untuk mencapai target sebagai operator kontainer terbesar ke-5 di dunia, Pelindo perlu memperbaiki sejumlah aspek, seperti inisiatif yang belum tuntas, proyek strategis nasional yang harus diselesaikan, dan pelabuhan yang belum mengadopsi standar operasional. "Pelindo juga harus mengembangkan potensi kompetensi para talenta," ujar dia.
Selanjutnya, menurut Desty, kontribusi Pelindo terhadap pajak dan deviden negara diharapkan meningkat pada 2023, setelah mencapai Rp 7,21 triliun pada 2022.
Dia mengungkapkan, kontribusi Pelindo terhadap negara sempat turun pada 2021 dibanding 2020, dari Rp 5,45 triliun menjadi Rp 4,69 triliun.
Desty menambahkan, inisiatif penggabungan empat BUMN pelabuhan Indonesia oleh Kementerian BUMN menjadi satu entitas merupakan langkah strategis untuk mengatasi tantangan biaya logistik nasional yang tinggi.
Keputusan itu, menurut dia, didasarkan pada kajian dari Boston Consulting Group (BCG) yang mengidentifikasi ketidaksinergisan dan tantangan dalam kondisi terpecahnya Pelindo menjadi empat entitas terpisah.
“Penggabungan ini sejalan dengan peta jalan BUMN 2020-2024, yang melibatkan klasterisasi bisnis BUMN untuk meningkatkan kolaborasi,” kata Desty, seperti dikutip Antara.

