Luhut Sebut RI Ingin Kerja Sama dengan Afrika Terkait EV, Begini Pandangan Kementerian ESDM
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengatakan Indonesia akan bekerja sama dengan Afrika terkait industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Luhut sempat menyampaikan bahwa Afrika memiliki populasi yang besar, sehingga punya potensi menjanjikan untuk pasar baterai EV yang sedang coba digarap Indonesia. Staf Khusus Menteri ESDM Agus Tjahajana pun memiliki pandangan yang sama.
“Di sana juga kan kalau dihitung jumlah populasi kan lumayan. Afrika Selatan misalnya kan itu juga sudah oke. Kemudian Afrika bagian Utara, bagian Barat,” kata Agus saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (29/7/2024).
Baca Juga
Ingin Genjot Industri Kendaraan Listrik, ESDM Sebut Mobil ICE Tetap Jalan
Selain menjadikan Afrika sebagai target pasar, Agus menilai alasan Indonesia ingin bekerja sama dengan Benua Hitam tersebut dikarenakan mereka memiliki sumber daya kobalt yang melimpah.
“Kalau Afrika, setahu saya, mereka jago di kobalt. EV baterai itu kan (butuh kobalt). Walaupun kita punya kobalt, tapi tidak sebanyak di Afrika,” jelas Agus.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia sedang mendorong produksi baterai bertipe NMC yang merupakan kombinasi nikel, mangan, dan kobalt. Sebab, Indonesia sudah memiliki sumber daya nikel yang sangat melimpah.
Pada tahun 2023, volume produksi nikel di Indonesia mencapai 1,8 juta metrik ton, menempati peringkat pertama di dunia dengan kontribusi sebesar 50% dari total produksi global. Sementara itu, cadangan nikel di Indonesia mencapai sekitar 21 juta ton atau 24% dari total cadangan dunia.
Baca Juga
Pengamat Ini Tekankan Pentingnya Insentif Kendaraan Listrik dari Pemerintah, Kenapa?
Diberitakan sebelumnya, Luhut sempat berkunjung ke Afrika untuk menjalin komunikasi dengan negara-negara seperti Kenya dan Afrika Selatan terkait industri kendaraan listrik ini. Ia pun mendapat respons positif.
“Mereka sangat senang jika kita bisa menjalin kolaborasi yang erat dengan mereka. Afrika akan memiliki dua kali lipat populasi mereka pada tahun 2045. Jadi ini adalah pasar yang besar juga untuk ini,” ujar Luhut dalam acara International Battery Summit 2024.

