KCIC Bakal Operasikan Stasiun Karawang Tahun Depan, Kemenhub: Karawang-Jakarta Cuma 11 Menit
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bakal mengoperasikan Stasiun Karawang di tahun 2025 mendatang. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub), Risal Wasal mengatakan, dengan beroperasinya Stasiun Karawang waktu tempuh Jakarta-Karawang hanya 11 menit saja.
''Kan dari Karawang ke Jakarta itu naik Whoosh cuma 11 menit. Suatu pilihan menarik ya, daripada menggunakan kendaraan pribadi,'' kata Risal di Artotel Gelora Senayan, Jakarta, Jumat (26/7/2024) malam.
Adapun jarak antara Stasiun Karawang ke Stasiun Halim Jakarta sekitar 41 kilometer (km), yang mana estimasi waktunya berkisar di bawah 15 menit dengan kecepatan Whoosh 300 km/jam.
Risal turut menambahkan, pengoperasian Stasiun Karawang ini tinggal menunggu akses jalan dari kawasan Stasiun Karawang ke Jalan Tol.
Baca Juga
''Tunggu aksesnya saja, kalau sudah selesai insya Allah (beroperasi),'' ujar Risal.
Sebelumnya, PT KCIC selaku operator Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh membeberkan Stasiun Karawang bakal dibuka pada 2025. Dari total empat stasiun Whoosh, hanya Stasiun Karawang saja yang belum beroperasi untuk naik turun penumpang. Sedangkan tiga lainnya, yakni Stasiun Halim, Padalarang, dan Tegalluar telah beroperasi sejak akhir tahun 2023.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan, pengoperasian Stasiun Karawang akan menjadi bagian dari strategi peningkatan jumlah penumpang Whoosh.
"Sebagai bagian dari strategi peningkatan jumlah penumpang, KCIC akan mengoperasikan Stasiun Karawang di awal tahun 2025 untuk layanan naik turun penumpang. Saat ini Stasiun Karawang baru dioperasikan untuk melayani pengaturan perjalanan kereta," kata Eva dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Eva menambahkan, petugas untuk on call emergency sudah berdinas di Stasiun Karawang, sementara itu seluruh perangkat lain seperti petugas pengamanan dan kebersihan juga sudah disiapkan.
Dia menjelaskan, persiapan jalan akses ke Stasiun Karawang ini menjadi penting guna melayani naik turunnya penumpang Whoosh.
Saat ini, KCIC tengah menyiapkan akses dari kawasan Trans Heksa Karawang (THK) dan Deltamas untuk menuju stasiun Karawang. Nantinya, akan ada akses sepanjang sekitar 1,5 km dari THK dan Deltamas menuju Stasiun Karawang.
"Saat ini (jalan akses 1,5 kilometer) sedang dalam tahap akhir pembebasan lahan untuk selanjutnya memasuki tahapan persiapan konstruksi," beber Eva.
Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan pembangunan exit KM 42 Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang langsung menuju kawasan Stasiun Karawang.
Selain itu, akses dari Tol Jakarta-Cikampek (Japek) kini juga sudah dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan. Rencananya, pembangunan dilakukan tahun ini sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat.
Dengan adanya beragam akses tersebut, Stasiun Karawang akan terkoneksi dengan berbagai kawasan industri, perkotaan, dan pusat perbelanjaan.
"KCIC juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai provider penyedia layanan transportasi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas antarmoda dari dan menuju stasiun Karawang," imbuh Eva.
Dengan beroperasinya Stasiun Karawang, maka akan melengkapi rute perjalanan Kereta Cepat Whoosh menjadi Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
PT KCIC berharap dengan bertambahnya stasiun layanan dapat turut mendongkrak jumlah penumpang Whoosh sesuai target 29.000 penumpang per hari, di mana per Juli 2024 baru mencapai 24.000 penumpang per hari.

