Bersih-bersih BUMN Berlanjut di Era Prabowo, Erick Thohir Jadi Menteri Lagi?
JAKARTA, investortrust.id - Staf Khusus III Menteri BUMN bidang komunikasi publik Arya Mahendra Sinulingga memastikan aksi bersih-bersih BUMN akan berlanjut di era presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Lanjut lah!" kata Arya saat ditanya soal bersih-bersih di BUMN, usai saat peluncuran buku Elephant Learns Flamenco, yang digelar di PosBloc, Jakarta, Rabu (24/7/2024).
Meski begitu, Arya tak bisa memastikan apakah aksi bersih-bersih tersebut bakal kembali dinakhodai Menteri BUMN Erick Thohir. Dia juga tak ingin memastikan nama Erick menjadi menteri pilihan Prabowo-Gibran.
Baca Juga
Stafsus Erick Thohir: Kita Fokus ke Transformasi BUMN, Bukan Pergantian Direksi
"Kamu jangan ‘pancing-pancing’ ke situ," ujar dia.
Arya mengatakan Erick berperan dalam transformasi di BUMN. Melalui konsolidasi politik di DPR, Erick merampingkan BUMN selama masa pandemi.
Dalam dua tahun, kata Arya, BUMN yang berjumlah 144 perusahaan menjadi 41 perusahaan. "Dari 21 klaster BUMN, tinggal 12 klaster," ucap dia.
Dengan transformasi ini, kata Arya, sumbangan dividen BUMN ke APBN turut bertambah. Dia mengatakan sumbangan dividen BUMN ke APBN berjumlah Rp 84 triliun, dari yang awalnya Rp 24 triliun.
Baca Juga
Setara dengan Perusahaan Swasta, Erick Thohir: Tata Kelola BUMN Diakui OECD
"Aset kita dari Rp 7.000-an triliun menjadi Rp 10.000-an triliun dengan rasio utang turun," ujar dia.
Erick, secara pribadi, merupaka pendukung pasangan Prabowo-Gibran dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024. Meski tak masuk dalam struktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Erick menggawangi kampanye untuk pemilih muda atau TKN Fanta. Dia mendapat posisi 'chief' di tim kampanye muda tersebut.

