TAM Minta Pemerintah Berikan Insentif Mobil yang Diproduksi di Dalam Negeri
JAKARTA, investortrust.id - PT Toyota Astra Motor (TAM) pesimistis penjualan mobil di Indonesia bisa menembus angka 1 juta unit pada semester II-2024, walaupun sudah dibantu oleh gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 yang berlangsung pada 18-28 Juli 2024.
Menurut Direktur Marketing TAM Anton Jimmi Suwandy, dibutuhkan insentif dari pemerintah untuk menggenjot penjualan mobil di Tanah Air. Karena tidak dapat dipungkiri jika daya beli masyarakat saat ini mengalami penurunan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan pendapatan yang stagnan.
Walaupun demikian, bukan berarti seluruh jenis kendaraan roda empat akan diberikan insentif oleh pemerintah. Anton meminta insentif hanya diberikan ke produk yang berkontribusi pada pengurangan emisi dan diproduksi di dalam negeri.
"Insentif bisa diberikan pada produk yang mengurangi emisi dan produksi di dalam negeri, saatnya kita beri support karena memberi dampak pada ekonomi nasional," katanya dalam Media Briefing TAM di GIIAS, ICE BSD, Tangerang, Selasa (23/7/2024).
Anton berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan tersebur segera agar penjualan mobil di Indonesia tak lagi lesu. Insentif tersebut salah satunya bisa berupa Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah seperti pada masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Baca Juga
TAM: Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Toyota Naik 74% Semester I- 2024
“Intinya insentif ini jangan untuk produk (mobil) yang impor. Berikan ke mobil yang diproduksi di dalam negeri, dampak ke ekonominya besar, menyerap tenaga kerja, kontribusi ke negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anton menyebut penjualan mobil di Indonesia sepanjang semester I-2024 pabrikan ke diler (wholesales) hanya berjumlah 408.012 unit. Jumlah ini merosot 19,4% secara dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY) sebanyak 506.427 unit.
Kemudian untuk penjualan diler ke ritel atau retail sales sebanyak 431.987 unit pada Januari-Juni 2024. Angka tersebur turun 14,3% dari tahun sebelumnya (YoY) sebanyak 502.533 unit.
"Sejauh ini penjualan 431 ribu unit, kalau dikali dua aja belum bahkan nggak sampai 900 ribu unit, Tapi Kita confidence penjualan bisa di atas 900 ribu unit karena beberapa faktor misalnya pameran seperti GIIAS ini bisa boosting up, ditambah banyak model baru bermunculan di GIIAS," tutur Anton.
Baca Juga
Anton menyebut penurunan penjualan terjadi di semua pabrikan mobil. Walaupun demikian, dia mengeklaim Toyota mencatatkan kenaikan pangsa pasar sebesar 32,9% di tengah kondisi yang kurang menggembirakan itu.
"Market share (pangsa pasar) Toyota naik peningkatannya lumayan, semoga bisa lanjut sampai akhir tahun," pungkasnya.

