Gapmmi Sebut Program Susu Gratis Prabowo Akan Bergantung Impor
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minumam Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menyebutkan 80% bahan baku susu untuk industri makanan dan minum di dalam negeri masih tergantung impor.
Oleh sebab itu, Adhi menyebutkan, apabila program susu gratis dijalankan oleh pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, maka bahan bakunya masih harus didatangkan dari luar negeri.
“Sementara menurut saya mau tidak mau (impor susu), sambil benahi di hulunya,” ucap Adhi saat ditemui usai konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Gapmmi: Bahan Baku Terigu dan Gula untuk Industri Makanan Minuman Masih Impor 100%
Adhi menjelaskan, Indonesia masih melakukan impor susu dikarenakan sebagian besar industri ini masih dikelola oleh peternak rakyat. Sehingga, produktivitasnya masih rendah jika dibandingkan dengan luar negeri.
“Sebagian besar peternak kita adalah peternak rakyat yang produktivitasnya rendah, karena memang cuaca yang tidak cocok dan lain sebagainya. Nah ini yang menjadi tantangan kita,” terang Adhi.
Baca Juga
Survei: 63% Emiten di Asia-Pasifik Buktikan Kinerja Produk Investasi ESG Lebih Baik
Lebih lanjut, Adhi menjelaskan iklim atau cuaca Indonesia, serta pakan masih menjadi kendala rendahnya produktivitas susu di Tanah Air. Ia pun membandingkan dengan tingkat produktivitas yang ada di negara-negara Eropa.
“Kalau di Australia di Eropa itu produktivitasnya per hari itu bisa 40-50 liter, di sini rata-rata peternak itu sekitar 12-15 liter. Perusahaan-perusahaan yang sudah cukup besar kayak Greenfields dan sebagainya bisa sekitar 20-25 liter, enggak ada yang 30 liter, masih mendingan lah,” tandasnya.

