Sasar Pekerja Informal dan Ibu Rumah Tangga, Indosat Luncurkan Paket Freedom tapi Spesial
JAKARTA, investortrust.id - Operator seluler di Tanah Air berlomba-lomba menyediakan paket data internet dengan kuota harian. Tak terkecuali PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang menawarkan paket Freedom Internet Simpel tapi Spesial dengan kuota harian yang disesuaikan dengan kebutuhan serta budget pelanggan IM3.
Menurut Director and Chief Commercial Officer IOH Ritesh Kumar Singh, pihaknya memahami kebutuhan para
pelanggan dalam mengembangkan inovasi produk dan layanan. Paket Freedom Internet Simpel tapi Spesial yang diluncurkan kali ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat Indonesia ke jaringan internet.
"Kami percaya kehadiran layanan komunikasi yang terus relevan dengan kebutuhan masyarakat dari IM3 ini dapat semakin memudahkan masyarakat mengakses informasi, menyambung tali silaturahmi, mendorong perekonomian, hingga membuka lebih banyak peluang spesial dari berinternetan dengan IM3,” katanya melalui keterangan resmi yang diterima Investortrust pada Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Lebih lanjut, Ritesh menjelaskan bahwa paket ini tersedia dalam pilihan 3,5 GB seharga Rp 15 ribu untuk 5 hari, 7 GB seharga Rp 25 ribu untuk 7 hari, dan 15 GB seharga Rp 32 ribu untuk 7 hari. Untuk wilayah tertentu, pengguna IM3 juga akan mendapatkan bonus kuota ekstra 500mb dari paket Freedom Internet.
Sementara itu, SVP Head of National Brand IM3 Essy Prita Cinta mengatakan paket Freedom Internet Simpel tapi Spesial dihadirkan untuk mengakomodasi pelanggan yang kondisinya tidak memungkinkan untuk membeli paket internet dengan kuota bulanan, khususnya pekerja informal dengan upah tidak menentu seperti pengemudi ojek daring.
"Enggak semua konsumen itu gajian setiap bulan. Enggak semua konsumen bisa beli kuota bulanan. Pengusaha-pengusaha yang dapat uang harian itu kebutuhan kuotanya juga beli harian," katanya dalam acara peluncuran paket Freedom Internet Simpel tapi Spesial di Kantor Pusat IOH, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Soal Penundaan Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz, Begini Tanggapan Indosat (ISAT)
Selain pekerja informal, Essy menyebut paket Freedom tapi Spesial juga menyasar ibu rumah tangga atau pelajar yang ingin mengontrol pengeluaran paket internetnya. Demikian halnya dengan pengguna Freedom Internet bulanan yang kehabisan kuota paket internet sebelum waktunya.
"Karena kita merasa konsumen itu sekarang sudah banyak (hal) yang bikin ribet. Kita enggak pengen bikin hidup konsumen lebih ribet, dibikin simpel," pungkasnya.
Essy tak mengungkapkan maksud dari banyak hal yang membuat masyarakat kesulitan. Namun yang jelas, belakangan ini masyarakat Indonesia memang dihadapkan dengan kenaikan harga komoditas pangan yang menekan daya beli.
Hal tersebut tercermin dari angka deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan (month to month/mtm) yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Deflasi ini lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, yakni sebesar 0,03%.
Apabila dilihat berdasarkan komponennya, pemicu utama deflasi masih berasal dari komponen komoditas pangan yang bergejolak. Komponen ini memberikan andil deflasi sebesar 0,98% pada Juni 2024 atau lebih tinggi dari Mei 2024 sebesar 0,69%.

