Telan Biaya Rp 190 Miliar, Revitalisasi Pasar Induk dan Asrama Inggrisan Dorong Pariwisata Banyuwangi
BANYUWANGI, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merevitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan pembangunan Asrama Inggrisan Banyuwangi menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2024-2025 senilai Rp 190 miliar.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, dengan adanya kegiatan revitalisasi ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat Banyuwangi, baik itu usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) maupun sektor pariwisata.
“Mudah-mudah tahun 2025, Banyuwangi akan memiliki lompatan destinasi pariwisata yang lebih hebat. 10-tahun yang lalu saya ke sini menghadiri acara festival, sekarang saya hadir di sini (Banyuwangi Ethno Carnival 2024). Saya kira ini adalah antisipasi dan kreativitas masyarakat Banyuwangi yang tidak ada duanya,” kata Basuki dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (15/7/2024).
Baca Juga
Komisioning Mulai Berjalan, PUPR Bidik Air Bersih IKN Terdistribusi di Pekan Ini
Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan pembangunan Asrama Inggrisan Banyuwangi mulai dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur dengan biaya APBN TA 2024-2025 senilai Rp 190 miliar.
Direktur Prasarana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Essy Asiah menjelaskan, pekerjaan fisik Pasar Induk Banyuwangi dilakukan dengan meningkatkan kualitas bangunan pasar sebagai pasar modern yang berbasis Bangunan Gedung Hijau.
Selain itu, menurut Essy, revitalisasi ini juga meningkatkan kuantitas bangunan pasar dengan daya tampung 777 unit, terdiri dari 194 kios dan 583 Los. Pasar Induk Banyuwangi dibangun setinggi 2 lantai di atas lahan seluas 10.600 m2 dengan luas bangunan 15.873 m2.
Baca Juga
Menteri PUPR: Percepatan IKN Bukan Jual Tanah, Tapi Undang Investasi
“Dengan dibangunnya pasar rakyat yang sehat dan higienis, diharapkan dapat meningkatkan sarana perdagangan barang/jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, sehingga dapat menyokong pertumbuhan perekonomian Kabupaten Banyuwangi,” imbuh Essy.
Selanjutnya, untuk penataan Asrama Inggrisan Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 8.960 m2 dengan luas bangunan 3.578 m2. “Asrama Inggrisan merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Banyuwangi yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1776,” tambah Essy.
Dia pun menuturkan, pembangunan Asrama Inggrisan akan tetap mempertahankan fasad bangunan aslinya. Karena arsitektur sebagian gedung yang saat ini digunakan untuk asrama TNI AD tersebut merupakan bangunan heritage yang menjadi bagian cagar budaya daerah.
“Revitalisasi Asrama Inggrisan, akan memperkuat daya tarik pariwisata di Banyuwangi, dan tentunya ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal,” tutup Essy.

