Telan Anggaran Rp 11 Miliar, BISKITA Trans Depok Resmi Beroperasi Hari Ini
CIBUBUR, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi hari ini meresmikan pengoperasian 14 unit BISKITA Trans Depok yang menggunakan skema buy the service (BTS). Belasan unit tersebut menelan anggaran sebesar Rp 11 miliar.
''Feeder atau kita namakan BISKITA Trans Depok adalah suatu kegiatan buy the service yang dibiayai oleh Kementerian Perhubungan kepada Kota Depok,'' kata Budi Karya saat peresmian BISKITA Trans Depok di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/7/2024).
Budi Karya menambahkan, pihaknya telah melakukan skema BTS di 13 Kota Indonesia.
''Depok salah satu yang kita ambil untuk diberikan sumbangan ini. Dari apa yang sudah kita lakukan, kita memiliki dana kurang lebih Rp 500 miliar untuk seluruh (Kota) Indonesia, dan Kota Depok kurang lebih Rp 11 miliar,'' ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyampaikan, masyarakat Depok dapat menggunakan moda transportasi ini secara gratis selama enam bulan ke depan.
Baca Juga
''Saya mengimbau kepada masyarakat Depok ayo gunakan BISKITA sampai ke Stasiun LRT Harjamukti, dan selama 6 bulan gratis, insya Allah ke depan kami siapkan melalui APBD untuk segala sesuatunya untuk mendukung kenyamanan transportasi dari kota Depok,'' ucapnya.
Sebelumnya, Plt. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Tatan Rustandi menyampaikan, BISKITA Trans Depok akan diluncurkan secara langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Walikota Depok, Muhammad Idris.
''Dengan diresmikannya BISKITA Trans Depok, masyarakat umum khususnya warga Depok sudah dapat menggunakan layanan ini,'' kata Tatan dalam keterangan tertulis, Jumat (12/7/2024).
Tatan mengimbau kepada masyarakat agar membawa kartu uang elektronik (KUE) sebagai salah satu syarat mendapatkan tarif nol rupiah pada masa uji coba ini.
“Saat uji coba juga sudah diedukasi untuk menggunakan kartu tapi tarifnya nol rupiah. Dengan 4 bank, kalau yang swasta BCA, jadi masyarakat pun sudah diedukasi bagaimana menggunakan kartu BISKITA”, ungkap Tatan.
Baca Juga
Selain penjelasan cara menggunakan BISKITA Trans Depok, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Zamrowi menyampaikan bahwa halte dan bus stop yang disiapkan sebanyak 24 sehingga total pulang pergi (pp) adalah 48 titik.
''Halte yang sudah siap 4 dan BPTJ membantu kita 8 halte jadi anggarannya dari BPTJ Kemenhub bukan dari Dishub Depok. Ada halte yang baru dan ada halte revitalisasi halte lama, contoh Halte depan Pemda atau depan Bank Jabar itu halte eksisting yang diperbaharui. Ke depan halte-halte ini akan dikembangkan sistem elektronik atau sistem informasinya,'' terang Zamrowi.
Terkait dengan pemilihan koridor, Zamrowi mengungkapkan, terdapat 4 koridor dan yang paling urgent ada 3 koridor utama.
“Pertama, Margonda-Harjamukti, kedua Margonda-Bojongsari atau Sawangan dan yang ketiga membelah tengah-tengahnya, kemungkinan Citayam ke arah PAL UI atau Kelapa Dua,'' ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Vice President of Passenger Transport and Information Technology LRT Jabodebek, Christina Octaviana mengungkapkan dengan hadirnya BISKITA Trans Depok dapat memberikan dampak signifikan terhadap naiknya volume pengguna LRT Jabodebek.
''Artinya transportasi umum semakin hari semakin diminati. Beliau berharap dengan adanya integrasi antara BISKITA Trans Depok dengan LRT dapat menjadi sinergi yang luar biasa,'' tambah Nana.
Nana pun memaparkan, pada Desember 2023 pengguna LRT di Stasiun Harjamukti mencapai 112.000 orang dan Juni 2024 telah mencapai 202.000 orang.
''Hal ini memperlihatkan bahwa transportasi umum semakin lama semakin diminati,'' katanya.
Pengamat transportasi, Yayat Supriatna menyatakan, masyarakat membutuhkan kecepatan dan kemudahan. Hal ini menjadi faktor kunci dari cintanya masyarakat terhadap public transport.
''Selain itu harga yang kompetitif juga menjadi alasan penting dari keinginan masyarakat menggunakan angkutan umum massal. Pelayanan yang mengedepankan keramahan dan kemudahan juga menjadi alternatif lain untuk dapat menarik minat masyarakat. Ke depan diharapkan BISKITA dapat menyajikan kelebihan-kelebihan tersebut dan menerapkan hal yang setara dengan public transport lain yang telah ada di Jabodetabek,'' imbuh Yayat.
BISKITA merupakan akronim dari Bis Inovasi Solutif Transportasi Perkotaan Terintegrasi dan Andal. BISKITA merupakan produk dari BTS atau skema membeli layanan berupa armada, sistem dan pramudi.
Dengan hadirnya BISKITA menjadi upaya untuk mengatasi persoalan strategis di bidang transportasi sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan angkutan umum sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan.

