Indonesia Siap Launching Produk B40 Tahun Depan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, Indonesia siap me-launching produk B40 tahun depan, yakni tahun 2025.
“Kita sudah siap. Uji coba sudah siap, teknis siap, pasokan juga siap, pendanaan siap. Tinggal di-launching saja,” kata Arifin Tasrif saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jumat (12/7/2024).
Sebagai informasi, B40 merupakan biodiesel yang mengandung fatty acid methyl ester atau FAME minyak kelapa sawit sebesar 40% yang dicampur dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Saat ini pemerintah Indonesia masih menerapkan biodiesel 35% (B35) sebagai bahan campuran BBM diesel produk Pertamina.
Arifin Tasrif menjelaskan, upaya ini dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Apalagi Indonesia juga ditarget untuk mewujudkan net zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Baca Juga
“Kita kan sekarang ini udara kita banyak emisi. Jadi bagaimana caranya supaya mengurangi, supaya hidup sehat. Jadi kita alternatifnya pakai BBM yang rendah sulfur,” terang dia.
Indonesia saat ini sedang mencoba untuk beralih ke standar bahan bakar minyak (BBM) EURO 5. EURO 5 adalah standar emisi kendaraan untuk mengatur ambang batas kadar polutan yang dapat dikeluarkan oleh suatu kendaraan. Standar emisi ini digagas oleh Uni Eropa.
Sejak 2018 Indonesia tercatat menerapkan standar BBM EURO 4. Hal ini itu tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.
Standar EURO 4 yang diterapkan tersebut mengharuskan Indonesia memiliki batas emisi Karbon Monoksida (CO) 1 gram/km, Hidrokarbon (HC) 0,1 gram/km, Nitrogen Oksida 0,08 gram/km untuk mesin bensin.
“Jadi gini ya, kita cari BBM bahan pencampur yang memang bisa mengurangi sulfur konten. Kalau sekarang kan kita kan masih 500 ppm-an. Kan kalau standarnya EURO 5 sudah harus di bawah 50 ppm,” sebut Arifin Tasrif.

