Kopi Tuku Catat Peningkatan Pendapatan 77%, Terjual 50 Ribu Cup Minuman per Hari
JAKARTA, investortrust.id – PT Makna Angan Karya Andanu, pengelola Toko Kopi Tuku mencatat peningkatan pendapatan hingga 77% secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja cemerlang juga terlihat selama empat tahun terakhir, Tuku mencatatkan pertumbuhan pendapatan rata-rata 47,2% dan laba bersih 78,7%.
Vice President of Business and Operations Toko Kopi Tuku Muhammad Septiansyah mengatakan, untuk laba bersih Tuku mengalami peningkatan hampir 4 kali lipat dari 2022 ke 2023. Adapun, Tuku juga menjual sebanyak 50.000 gelas produk minumannya per hari, dan penjualan donat sebanyak 1 juta donat per tahun.
”Secara tahunan atau year-on-year, kami melihat peningkatan pendapatan yang cukup signifikan sebesar 77%," ucap Septiansyah dalam perayaan 9 tahun perjalanan Kopi Tuku, di Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2024).
Baca Juga
Berdiri sejak Juni 2015, Tuku konsisten menghadirkan produk dan kinerja yang berkualitas dengan fokus pada penggunaan bahan lokal dan kerja sama dengan vendor lokal demi kepuasaan tetangga.
Dedikasi ini mengantarkan Tuku menjadi salah satu pelopor bisnis kopi lokal yang kini telah memiliki 50 toko, 10 cloud kitchen, dan 3 Toko Serba Tuku (TOSERBAKU), dan mempekerjakan 646 barista.
“Tuku lahir dari mimpi dan besar karena tetangga. Nyali yang kami pinjam dari tetangga-tetangga kami sejak toko pertama kami di Cipete, mendorong kami untuk terus berinovasi dan mewujudkan mimpi kami untuk menjadi lokomotif industri kopi Indonesia”, ungkap Founder dan CEO Tuku Andanu Prasetyo.
Baca Juga
Sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan yang dipegang oleh Tuku, sepanjang 2023, TUKU telah menggunakan 380 ton biji kopi dan 185 ton gula aren, dengan target penggunaan hingga akhir tahun mencapai 440 ton biji kopi dan 280 ton gula aren.
“Tuku percaya bahwa mimpi besar dapat diraih dengan profitable growth yang bermakna. Kesuksesan bisnis harus berjalan seiringan dengan kesejahteraan semua pihak, dari mulai petani; pengepul; prosesor dan pelaku lainnya dalam ekosistem industri kopi untuk menghasilkan kopi terbaik,” imbuh Septiansyah.

