King’s College London Buka di KEK Singhasari, Total Investasi US$ 2 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu universitas tertua di Inggris, King’s College London membuka kampus di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Malang, Jawa Timur.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik investasi King’s College London di KEK Singhasari. Dia mengatakan King’s College London diharapkan dapat mendorong klaster pendidikan di wilayah Malang, Jawa Timur.
“Tentu, King’s College London diharapkan menjadi raw model untuk universitas sekitarnya termasuk Universitas Brawijaya (Unibraw) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Airlangga mengatakan Unibraw dan UMM diharapkan dapat menjadi feeder bagi King’s College London. Dia mengatakan dengan datangnya King’s College London, KEK Singhasari dapat menjadi salah satu pusat pendidikan terbaik di Asia Tenggara.
“Apalagi pendidikannya di bidang master digital economy dan digital futures,” kata dia.
Baca Juga
Airlangga menyebut, kampus berdiri pada 1829 itu akan mulai beroperasi pada September 2024. Dia mengatakan untuk fase awal, King’s College London akan menerima 150 mahasiswa.
“Dan Indonesia butuh ribuan, bukan ratusan. Kita berharap di sana ada peta jalan dari 150 (mahasiswa) menjadi 1.500 (mahasiswa)” kata dia.
Airlangga mengatakan kehadiran King’s College London diharapkan dapat menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi digital, revolusi industri 4.0, artificial intelligence (AI), data center, dan semua infrastruktur digital. Dengan begitu, dia berharap Indonesia nantinya menjadi ibu kota digital di Asean.
Direktur Utama KEK Singhasari, David Santoso mengatakan investasi yang ditanamkan King’s College London mencapai US$ 2 juta. Investasi itu digunakan untuk membeli lahan dan mengembangkan infrastruktur awal.
Baca Juga
“Infrastruktur untuk saat ini kurang lebih US$ 2 juta dolar untuk lahan dan infrastruktur yang awal,” kata David.
David mengatakan target untuk mendapatkan 1.500 mahasiswa itu akan disediakan secara bertahap. Dia mengatakan saat ini fasilitas yang ada bisa menampung 300 mahasiswa.
David mengatakan KEK Singhasari akan terus mengembangkan diri sebagai salah satu pusat pendidikan di Asia Tenggara. Dia mengatakan ingin mengembangkan pendidikan untuk lebih dari 300 animator dan 200an pengembang sistem digital yang diarahkan memiliki sister company di India.
“Itu kita miliki rantai pasok service untuk global capability center di global,” ujar dia.

